Unjuk Rasa

HMI Sulsel Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 22 Juni 2026 18:41

HMI Sulsel Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di Kota Makassar dengan menyampaikan pernyataan sikap terkait berbagai isu nasional dan daerah, Senin (22 Juni 2026).

Aksi yang diikuti puluhan mahasiswa tersebut menyoroti sejumlah persoalan krusial, mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga maraknya kasus korupsi yang dinilai masih menjadi tantangan serius bagi pemerintah.

Dalam orasinya, massa aksi mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah konkret dalam menstabilkan harga BBM demi meringankan beban masyarakat.

Baca Juga  Waketum Bergegas Konsolidasi Maraton, Ini Target NasDem di 2024

Selain itu, BADKO HMI juga mendorong percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sebagai upaya memperkuat pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.

“Kami kader HMI meminta pemerintah segera menurunkan harga BBM dan mengesahkan RUU Perampasan Aset,” tegas Koordinator Lapangan aksi, Rifa’i, saat membacakan pernyataan sikap.

Tak hanya isu nasional, para mahasiswa juga menyoroti berbagai dugaan penyimpangan yang terjadi di tingkat daerah, khususnya di Sulawesi Selatan.

Salah satu tuntutan yang disampaikan adalah desakan kepada pemerintah provinsi untuk membuka secara transparan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2024.

Baca Juga  Update Pasien Corona, Positif 1.285, Sembuh 64, Meninggal 114 Orang

Menurut mereka, transparansi pengelolaan anggaran pendidikan sangat penting sebagai bentuk akuntabilitas publik serta untuk memastikan dana tersebut tepat sasaran.

“Kami mendesak pemerintah melakukan transparansi dalam pengelolaan dana BOS sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat,” ujar Rifa’i.

Selain itu, massa aksi juga meminta DPRD Sulawesi Selatan untuk lebih mengoptimalkan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program strategis nasional maupun program pemerintah daerah.

Mereka menilai penguatan fungsi kontrol legislatif sangat diperlukan guna mencegah potensi penyimpangan anggaran dan memastikan kebijakan berjalan sesuai aturan.

Baca Juga  Bertambah 526 Kasus Baru, Total Pasien Corona Capai 22.271 Orang

Aksi tersebut diterima oleh Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, yang menyatakan keterbukaan pihaknya terhadap aspirasi mahasiswa.

Ia bahkan mengajak mahasiswa untuk turut berperan aktif dalam pengawasan serta menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Kami terbuka dan mengajak adik-adik mahasiswa untuk bersama-sama mengawal berbagai persoalan. Jika terkait daerah, kami siap memfasilitasi, termasuk melalui rapat dengar pendapat,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan, serta diakhiri dengan penyerahan pernyataan sikap mahasiswa kepada pihak DPRD Sulawesi Selatan.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen08 November 2026 00:28
Ranperda APBD Sulsel 2027, Gubernur Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2027 memasuki ta...
Politik07 November 2026 20:26
Target Rampung Sebelum 2027, Golkar Makassar Bentuk Panitia Musda, Ismail Ditunjuk Pimpin OC
MAKASSAR,, TROTOA.ID— DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mempercepat persiapan Musyawarah Daerah (Musda) dengan membentuk struktur kepanitiaan...
Daerah07 November 2026 19:16
Lepas Kontingen Porprov XVIII, Bupati Sidrap Bidik 10 Besar dan Targetkan 10 Emas
SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memasang target ambisius pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 202...
Metro07 November 2026 18:55
Gebyar HUT ke-419 Makassar, Dispora Hadirkan Padel, Golf, Memancing hingga Youth Move Lab
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar tidak hanya menjadi momentum perayaan hari jadi kota, tetapi juga ruan...