Pemkot Makassar

Warisan Epik La Galigo dan Khas Kuliner, Memukau Delegasi Internasional di Makassar

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 24 Juni 2026 10:10

Warisan Epik La Galigo dan Khas Kuliner, Memukau Delegasi Internasional di Makassar

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Langit senja yang menyelimuti kawasan bersejarah Benteng Fort Rotterdam menjadi latar pembuka perhelatan diplomasi budaya berskala internasional yang berlangsung megah dan penuh makna.

Pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang digelar pada 23–25 Juni 2026 menghadirkan 41 delegasi dari 28 negara sahabat dalam sebuah agenda yang memadukan diplomasi kuliner, budaya, dan promosi potensi ekonomi daerah.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut kegiatan yang diinisiasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tersebut sebagai momentum strategis bagi Kota Makassar untuk memperkenalkan berbagai keunggulan kepada komunitas diplomatik dunia.

“IGS ini menjadi forum promosi Kota Makassar. Ini merupakan peluang besar bagi kami untuk memperlihatkan potensi yang dimiliki Kota Makassar,” ujar Munafri usai menghadiri jamuan makan malam resmi di Benteng Fort Rotterdam.

Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi jamuan kenegaraan, melainkan ruang interaksi strategis yang mempertemukan para duta besar, kepala perwakilan negara sahabat, hingga pejabat diplomatik lintas sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, investasi hingga sosial budaya.

Dalam jamuan tersebut, para delegasi disuguhi beragam kuliner khas Sulawesi Selatan yang dikurasi secara khusus untuk merepresentasikan kekayaan cita rasa daerah.

Beragam menu tradisional disajikan dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan karakter autentik yang menjadi identitas kuliner Makassar.

Hidangan yang ditampilkan tidak hanya menggugah selera, tetapi juga merepresentasikan sejarah panjang Makassar sebagai kota pelabuhan yang sejak dahulu menjadi titik temu berbagai budaya dan peradaban.

Munafri, yang akrab disapa Appi, menjelaskan bahwa pendekatan gastrodiplomasi dipilih karena mampu membangun komunikasi yang lebih hangat dan efektif dengan para tamu internasional.

“Malam ini kita menjamu para tamu dengan makanan khas Sulawesi Selatan, sekaligus menampilkan budaya melalui seni dan musik. Ini menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Makassar lebih luas,” tuturnya.

Suasana diplomasi semakin kuat dengan hadirnya pertunjukan seni epik La Galigo yang dipentaskan secara megah di atas panggung berbentuk kapal pinisi, simbol kebanggaan maritim masyarakat Sulawesi Selatan.

Pertunjukan tersebut menghadirkan pengalaman budaya yang imersif, membawa para delegasi seakan menyusuri jejak peradaban Bugis-Makassar yang sarat nilai sejarah dan filosofi kehidupan.

La Galigo sendiri dikenal sebagai salah satu karya sastra terpanjang di dunia yang mengisahkan asal-usul kehidupan, mitologi penciptaan, serta perjalanan tokoh legendaris Sawerigading sebagai simbol keberanian dan kebijaksanaan.

Melalui perpaduan kuliner dan pertunjukan budaya, IGS 2026 tidak hanya menjadi ajang diplomasi, tetapi juga panggung penguatan citra Makassar sebagai gerbang utama Indonesia Timur.

Munafri menegaskan, pendekatan ini tidak berhenti pada promosi budaya semata, tetapi diarahkan untuk membuka peluang kerja sama konkret di bidang ekonomi, investasi, dan perdagangan internasional.

“Melalui gastronomi kita membangun kedekatan. Tetapi dampaknya jauh lebih luas, mencakup investasi, perdagangan, dan berbagai peluang kerja sama lainnya,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Makassar menggelar Business Forum yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta delegasi internasional guna menjajaki peluang kerja sama yang lebih spesifik.

Dalam forum tersebut, sejumlah sektor strategis ditawarkan, mulai dari pengembangan pariwisata, konektivitas kawasan kepulauan, pembangunan infrastruktur kota, kawasan industri, hingga transportasi publik.

Munafri mengungkapkan, dari 28 negara yang hadir, sedikitnya 16 negara telah menyatakan minat untuk melanjutkan pembahasan kerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar.

Ia berharap, melalui kegiatan ini Makassar semakin dikenal sebagai pusat perdagangan, investasi, dan pariwisata di kawasan timur Indonesia, sekaligus memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kesan positif dari para delegasi yang baru pertama kali mengunjungi Makassar menjadi sinyal kuat bahwa kota ini memiliki daya tarik global yang perlu terus diperkuat melalui event internasional berkelanjutan.

“Mereka kagum dengan Makassar. Kuliner kita diapresiasi, budayanya memukau. Ini menjadi bagian penting dari diplomasi yang kita bangun,” tutup Munafri. (*)

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Uncategorized24 Juni 2026 15:10
Buka Lomba Bertutur, Wabup Edy Manaf Tekankan Pentingnya Literasi bagi Generasi Muda
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, secara resmi membuka Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten Bulukumba Tahun 2026 yang dige...
Nasional24 Juni 2026 14:41
Jelang Musda Golkar Sulsel, IAS Dikabarkan Kantongi “Surat Sakti” dari DPP
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan yang dijadwalkan...
Metro24 Juni 2026 14:26
Munafri Tawarkan Makassar sebagai Gerbang Investasi Indonesia Timur di Hadapan 28 Negara
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memanfaatkan momentum Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 untuk...
Nasional24 Juni 2026 14:22
Pendamping Delegasi IGS 2026 Kagumi Warisan Budaya Sulsel di Balla Lompoa
GOWA, TROTOAR.ID — Pendamping (spouse) delegasi Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 mengunjungi Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Rabu (2...