DPRD Sulsel

Pansus Fokus Bahas Optimalisasi PAD Sulsel

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 25 Juni 2026 19:33

Rapat Pansus Ranperda PAD
Rapat Pansus Ranperda PAD

MAKASSAR, TROTAOR.ID — Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kembali menjadi sorotan dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pajak dan Retribusi Daerah di Sulawesi Selatan.

Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulsel menggelar rapat lanjutan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, Kamis (25/6/2026).

Bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulsel, diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Selatan serta perwakilan Bapenda kabupaten/kota se-Sulsel.

Rapat dipimpin oleh Salman Alfariz didampingi Andi Anwar Purnomo, dengan fokus utama pada optimalisasi pajak daerah.

Sejak awal, pembahasan tidak hanya berkutat pada angka dan potensi penerimaan, tetapi juga menyentuh aspek keadilan dalam kebijakan.

Anggota Pansus, Yeni Rahman, menekankan pentingnya memperluas sudut pandang dalam merumuskan regulasi pajak.

Menurutnya, kebijakan yang baik tidak hanya lahir dari perspektif pemerintah, tetapi juga harus mempertimbangkan suara masyarakat.

“Hari ini kita mengundang perwakilan Bapenda kabupaten/kota. Tapi kita juga perlu mendengar pandangan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa jika pembahasan hanya bertumpu pada instansi pemerintah, maka perspektif yang dihasilkan akan menjadi terbatas.

Dalam pandangannya, pajak bukan sekadar instrumen fiskal, tetapi juga menyangkut rasa keadilan bagi masyarakat.

Karena itu, regulasi yang disusun harus memiliki dasar yang kuat serta mampu menyeimbangkan kepentingan pemerintah dan wajib pajak.

Sementara itu, anggota Pansus lainnya, Musakkar, menawarkan pendekatan yang lebih teknis dalam meningkatkan penerimaan pajak.

Ia menyoroti fenomena kendaraan operasional perusahaan yang menggunakan pelat nomor luar daerah, namun beroperasi lama di Sulawesi Selatan.

Kondisi ini, menurutnya, menyebabkan potensi penerimaan pajak daerah tidak maksimal.

“Contohnya kendaraan berpelat luar daerah yang digunakan perusahaan di Sulawesi Selatan, tetapi pajaknya tetap dibayarkan di daerah asal,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia mengusulkan adanya regulasi yang mengatur batas waktu operasional kendaraan luar daerah.

Misalnya, kendaraan yang telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu diwajibkan melakukan mutasi agar pajaknya masuk ke kas daerah Sulsel.

Usulan ini dinilai sebagai salah satu langkah strategis untuk mengoptimalkan penerimaan pajak tanpa harus menambah beban baru bagi masyarakat.

Diskusi yang berkembang menunjukkan bahwa tantangan pengelolaan pajak daerah tidak hanya soal potensi, tetapi juga soal pengawasan dan regulasi yang adaptif.

Rapat ini menjadi bagian dari proses panjang dalam menyempurnakan Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah.

Harapannya, regulasi yang dihasilkan mampu meningkatkan PAD secara signifikan, sekaligus tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan.

Di tengah kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin besar, optimalisasi pajak daerah menjadi salah satu kunci utama.

Namun, seperti yang mengemuka dalam rapat tersebut, keberhasilan kebijakan tidak hanya diukur dari besarnya penerimaan.

Lebih dari itu, keberhasilan ditentukan oleh sejauh mana kebijakan tersebut dapat diterima dan dirasakan adil oleh masyarakat.

Dari ruang rapat paripurna DPRD Sulsel, arah kebijakan fiskal daerah pun perlahan dirumuskan—mencari titik temu antara kepentingan negara dan keadilan bagi warganya.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Metro25 Juni 2026 22:51
Wagub Sulsel Buka Forum IGS
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Sulawesi Selatan kembali menunjukkan perannya sebagai gerbang ekonomi Indonesia Timur di hadapan dunia internasional. Wakil G...
Metro25 Juni 2026 22:47
Walikota Makassar Lantik 153 Imam Kelurahan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar mulai menempatkan imam kelurahan sebagai pilar penting dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaa...
Nasional25 Juni 2026 22:44
Yessierli Jadi Pembicara di PSGS
JAKARTA, TROTOAR.ID — Tata kelola sektor publik dituntut untuk tidak lagi berhenti pada sekadar kepatuhan administratif, tetapi mampu menghadirkan d...
Metro25 Juni 2026 20:00
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Lepas Delegasi IGS, Tutup Kunjungan dengan Hangat dan Sarat Makna
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pagi itu, suasana di Hotel Rinra Makassar terasa berbeda. Tidak lagi riuh dengan agenda pertemuan dan diskusi internasional, ...