
Makassar, Trotoar.id — Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, Kota Makassar kian mengukuhkan diri sebagai daerah rujukan nasional dalam pengembangan tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, dan transformasi digital.
Capaian tersebut kembali menarik perhatian daerah lain, salah satunya Pemerintah Kota Pekanbaru, yang secara khusus datang untuk menjalin kerja sama sekaligus mempelajari berbagai inovasi yang diterapkan di Makassar.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kota Pekanbaru yang berlangsung di Balai Kota Makassar, Jumat (10/7/2026).
Kesepakatan tersebut diteken langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, disaksikan jajaran organisasi perangkat daerah dari kedua kota.
Dalam sambutannya, Agung mengungkapkan bahwa sebelum agenda resmi, ia bersama rombongan telah berkeliling Makassar dan berdialog langsung dengan warga.
Dari hasil pengamatan itu, ia mengklaim sekitar 95 persen masyarakat menyatakan puas terhadap kepemimpinan Munafri Arifuddin.
“Kami turun langsung ke masyarakat, dan hasilnya hampir 95 persen warga menyampaikan kepuasan terhadap kepemimpinan Pak Munafri,” ujarnya.

Menurut Agung, Makassar dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi, termasuk dalam pelayanan publik berbasis digital dan pengelolaan keuangan daerah.
Ia menilai, meskipun memiliki karakteristik wilayah yang relatif mirip dengan Pekanbaru, Makassar mampu mencatat kinerja fiskal yang kuat serta menghadirkan berbagai terobosan pelayanan publik.
Kerja sama ini difokuskan pada pertukaran inovasi, penguatan pelayanan publik digital, serta pengembangan program strategis yang berdampak langsung pada masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa kerja sama antardaerah bukan sekadar seremonial, melainkan ruang untuk saling belajar dan bertukar praktik terbaik.
“Kami tidak hanya ingin menjadi tempat belajar, tetapi juga ingin belajar dari daerah lain. Kolaborasi ini harus saling menguatkan,” kata Munafri.
Ia juga memaparkan sejumlah capaian Makassar, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,61 persen, inflasi yang terkendali, hingga peningkatan kapasitas fiskal daerah.
Selain itu, berbagai program unggulan seperti Makassar Creative Hub, perlindungan sosial bagi puluhan ribu pekerja rentan, hingga integrasi layanan publik melalui aplikasi Lontara+ menjadi bagian dari transformasi yang terus didorong pemerintah kota.
Munafri menegaskan, dengan dukungan infrastruktur lengkap sebagai gerbang Indonesia Timur, Makassar akan terus membuka diri terhadap kolaborasi demi mempercepat inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Melalui kerja sama ini, kedua daerah diharapkan mampu memperkuat sinergi, mempercepat pembangunan, serta menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

