Pemda Barru

Barru Jadi Lokasi Penangkar Benih Jagung Unhas-Taiwan, Andi Ina Dorong Kolaborasi Cetak Petani Naik Kelas

Awal Febri
Awal Febri

Jumat, 07 Agustus 2026 16:28

Barru Jadi Lokasi Penangkar Benih Jagung Unhas-Taiwan, Andi Ina Dorong Kolaborasi Cetak Petani Naik Kelas

BARRU, Trotoar.id – Hamparan lahan seluas lima hektare di Desa Siawung, Kecamatan Barru, Jumat (7/8/2026), menjadi titik awal lahirnya harapan baru bagi sektor pertanian Kabupaten Barru.

Pemerintah Kabupaten Barru bersama Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan penanaman perdana benih jagung varietas JJUH (Jagung Jago Unhas), sebuah program inovatif yang diharapkan mampu melahirkan penangkar benih unggul sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Penanaman perdana di lahan milik Kelompok Tani Suka Damai itu bukan sekadar seremoni tanam.

Program tersebut menjadi bagian dari kerja sama strategis yang mempertemukan pemerintah daerah, perguruan tinggi, petani, dan mitra internasional dalam membangun ekosistem pertanian modern berbasis riset dan teknologi.

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak bisa lagi bergantung pada satu pihak.

Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan media agar inovasi mampu diterapkan secara nyata hingga ke tingkat petani.

“Kolaborasi ini menjadi kekuatan besar untuk menghadirkan inovasi di sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten Barru berkomitmen mendukung setiap upaya yang mampu meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Andi Ina.

Bupati mengakui penanaman jagung pada musim kemarau bukan pekerjaan yang mudah.

Namun ia optimistis tantangan tersebut dapat diatasi melalui penggunaan benih unggul, penerapan teknologi budidaya yang tepat, serta pendampingan intensif kepada petani. Dengan skema tersebut, tanaman ditargetkan dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga bulan.

Andi Ina juga memberi perhatian khusus terhadap peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak keberhasilan program.

Ia menegaskan bahwa kehadiran penyuluh harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani, bukan hanya sebatas menjalankan tugas administratif.

“Kehadiran penyuluh harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Pendampingan yang konsisten menjadi kunci keberhasilan program, dan kinerja penyuluh akan terus kami evaluasi,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Unhas, Prof. Dr. Ir. Rismaneswati, S.P., M.P., menjelaskan bahwa program Jagung JJUH merupakan implementasi kerja sama antara Fakultas Pertanian Unhas dan Taiwan International Cooperation and Development Fund (ICDF Taiwan).

Setelah enam tahun sukses mengembangkan program padi di sepuluh kabupaten di Sulawesi Selatan, kolaborasi tersebut kini memasuki fase baru dengan fokus pengembangan jagung pada periode 2026–2028.

Menurut Prof. Risma, Kabupaten Barru menjadi salah satu dari lima daerah yang dipercaya sebagai lokasi penangkaran parent seed atau benih induk.

Kepercayaan tersebut dinilai sebagai peluang besar bagi petani Barru untuk meningkatkan kapasitas, tidak hanya sebagai penghasil jagung konsumsi, tetapi juga sebagai produsen benih berkualitas yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Ia menjelaskan, seluruh hasil panen berupa tongkol jagung dari lahan penangkar akan dibeli langsung oleh Unhas bersama ICDF Taiwan untuk diproses menjadi benih sebar yang kemudian didistribusikan kepada petani di berbagai daerah.

Untuk menjaga mutu benih, tim Unhas dan ICDF Taiwan juga menyiapkan dukungan sarana prasarana, tenaga pendamping lapangan, serta pembinaan teknis secara berkelanjutan agar standar operasional budidaya diterapkan secara disiplin.

Melalui penanaman perdana Jagung JJUH ini, Pemerintah Kabupaten Barru dan Fakultas Pertanian Unhas berharap dapat menghadirkan model pengembangan pertanian berbasis inovasi yang tidak hanya meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong lahirnya petani-petani unggul yang mampu menjadi penangkar benih berkualitas.

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, petani, dan mitra internasional mampu membuka jalan menuju pertanian Barru yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan Andi Bintang, M.Si., Wakil Ketua DPRD Barru Andi Yenni bersama anggota DPRD Herman Jaya, unsur Forkopimda, jajaran Fakultas Pertanian Unhas, perwakilan ICDF Taiwan, Bulog, BPS Barru, Bank Mandiri Barru, Kepala Desa Siawung, Ketua KTNA Kabupaten Barru, serta para ketua dan anggota kelompok tani se-Desa Siawung sebagai bentuk dukungan bersama terhadap pengembangan pertanian inovatif di Kabupaten Barru.

Penulis : Adv

 Komentar

Berita Terbaru
Politik08 Agustus 2026 19:22
Golkar Sulsel Siapkan Roadshow ke 16 Daerah, Konsolidasi Musda Kabupaten-Kota Mulai Dikebut
MAKASSAR, Trotoar id — DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin organisasi menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II...
Metro08 Agustus 2026 19:03
detiktimur Awards Soroti MYP Gubernur Sulsel, Infrastruktur Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Antarwilayah
Trotoar.id — Pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan memasuki fase baru. Skema Multi Years Project (MYP) yang diterapkan Pemerintah Provinsi S...
Politik08 Agustus 2026 17:47
Markas Baru Mulai Dipoles, NasDem Sulsel Siapkan Konsolidasi Akbar
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan mulai memoles markas barunya di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan ...
Daerah07 Agustus 2026 22:55
HUT RI ke-81 di Barru Dibuka Meriah, Gebyar UMKM Jadi Etalase Ekonomi Rakyat
BARRU, Trotoar.id — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Barru resmi dimulai. Alun-Alun Colli...