
BONE, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menitipkan pesan kuat kepada generasi muda pada momentum Hari Pramuka ke-65.
Ia meminta anggota Pramuka tidak sekadar menghafal Dasadarma, tetapi menghayati dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Andi Sudirman saat bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Lapangan Bakunge, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Minggu (9/8/2026).

Upacara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, jajaran Forkopimda Bone, kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel, jajaran Pemkab Bone serta ribuan anggota Pramuka.
Dalam amanatnya, Andi Sudirman menekankan bahwa kekuatan utama seorang anggota Pramuka bukan hanya pada seragam dan kegiatan organisasi, tetapi pada karakter yang tercermin melalui sikap dan perilaku.
“Hayati Dasadarma Pramuka. Itu adalah poinnya. Kalau dilaksanakan semua, saya yakin tidak ada yang akan menolak adik-adik sekalian,” ujar Andi Sudirman.
Salah satu pesan yang paling ditekankan Gubernur adalah pentingnya kepercayaan dan integritas.

Menurutnya, kepercayaan merupakan modal penting dalam kehidupan, baik dalam organisasi, pekerjaan maupun hubungan sosial. Sekali kepercayaan rusak, dampaknya dapat meluas.
“Sebuah kebohongan akan melahirkan kebohongan berikutnya. Kita harus menjual kepercayaan. Semua membutuhkan trust. Kalau tidak dipercaya, apa pun yang kita perlihatkan, semua orang abai,” tegasnya.
Karena itu, ia mendorong anggota Pramuka membangun karakter yang jujur, bertanggung jawab dan dapat dipercaya sejak usia muda.
Bagi Andi Sudirman, nilai-nilai tersebut harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar materi yang disampaikan dalam kegiatan kepramukaan.
Selain integritas, Andi Sudirman meminta anggota Pramuka memiliki mental tangguh dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan.
Ia mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan mencari solusi.
“Anak Pramuka tidak mati akal, tidak kehabisan ide, kasih sayang ke sesama dan selalu kompak,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan rasa hormat. Menurutnya, kegiatan kepramukaan harus mampu membentuk anak muda yang rajin, mandiri dan memiliki etos kerja.
“Kalau dulunya malas lalu masuk Pramuka, tidak boleh malas, harus respek,” tegasnya.
Andi Sudirman bahkan menyebut anggota Pramuka sebagai bagian dari generasi yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan.
“Kalian cikal bakal untuk Indonesia Emas. Saya yakin anak Pramuka anak yang mandiri,” ujarnya.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 mengusung tema “Bersama Mengabdi, Berkarya, dan Menjaga Alam untuk Indonesia.”
Bagi Andi Sudirman, tema tersebut harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata. Pramuka tidak boleh hanya menjadi organisasi yang aktif ketika ada seremoni, tetapi harus hadir menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Ia mendorong Gerakan Pramuka untuk semakin aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta melahirkan kreativitas dan inovasi.
Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah lingkungan. Andi Sudirman meminta Kwarda, Kwarcab hingga Gugus Depan di seluruh Sulsel aktif menggerakkan penghijauan, penanaman pohon, pembersihan pantai dan sungai serta pemilahan sampah.
“Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia harus kita wujudkan secara nyata,” katanya.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini karena generasi muda akan menjadi pihak yang paling menentukan keberlanjutan lingkungan di masa mendatang.
Momentum Hari Pramuka ke-65 di Bone pun diharapkan menjadi penguat peran organisasi kepanduan tersebut dalam melahirkan generasi muda Sulsel yang berkarakter, disiplin, mandiri dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun organisasi, pesan Andi Sudirman menempatkan Pramuka sebagai ruang pembentukan karakter tempat generasi muda belajar bahwa kepercayaan harus dijaga, persoalan harus dihadapi dengan kreativitas, dan kecintaan kepada alam serta sesama harus dibuktikan melalui tindakan.
“Bersama Mengabdi, Berkarya, dan Menjaga Alam untuk Indonesia.”


Komentar