DPR RI

Dari Penjual Kacang ke Panggung Kenegaraan, Citra Nur Ramadhani Dijamu Kamrussamad di Gedung DPR RI

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 18 Agustus 2026 16:03

Dari Penjual Kacang ke Panggung Kenegaraan, Citra Nur Ramadhani Dijamu Kamrussamad di Gedung DPR RI

JAKARTA, Trotoar.id — Langkah Citra Nur Ramadhani, siswi berusia 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, menuju panggung kenegaraan mendapat perhatian khusus dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pangkep, Kamrussamad.

Setelah kisah perjuangannya disorot dalam momentum pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di hadapan anggota DPR/MPR RI, Citra mendapat kesempatan untuk bertemu dan dijamu langsung oleh Kamrussamad di lingkungan Gedung DPR RI, Jakarta.

Pertemuan tersebut menjadi momen istimewa bagi Citra. Anak yang sebelumnya harus berkeliling menjajakan kacang bungkusan demi membantu perekonomian keluarga, kini berada di gedung tempat para wakil rakyat menjalankan tugas memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Citra hadir mengenakan baju bodo, pakaian adat khas Sulawesi Selatan. Senyum cerianya seolah menutupi perjalanan hidup yang tidak mudah. 

Di usia yang masih sangat muda, Citra pernah berada di ambang putus sekolah ketika duduk di kelas 4 SD.

Kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapinya. Citra juga harus tumbuh tanpa kehadiran sang ayah, sementara ibunya merupakan penyandang disabilitas.

Dalam kondisi tersebut, Citra memilih membantu keluarganya dengan berjualan kacang bungkusan. Di sisi lain, ia juga harus menghadapi pengalaman perundungan atau bullying.

Namun, perjalanan hidup itu perlahan berubah setelah Citra mendapatkan kesempatan bergabung dengan Sekolah Rakyat.

Di lingkungan pendidikan tersebut, Citra kembali memperoleh ruang untuk belajar, mengembangkan kemampuan, sekaligus membangun kepercayaan dirinya.

Bakatnya di bidang olahraga pun mulai berkembang. Citra bahkan berhasil meraih Juara II kompetisi karate tingkat kabupaten.

Kamrussamad menyambut Citra sebagai seorang anak daerah yang memiliki semangat dan potensi besar.

Sebagai legislator yang juga berasal dari Pangkep, pertemuan tersebut memiliki makna tersendiri. 

Kisah Citra menunjukkan bahwa anak-anak dari daerah dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi tetap memiliki peluang untuk berprestasi apabila mendapatkan dukungan dan kesempatan yang tepat.

Kehadiran Citra di Gedung DPR RI juga menjadi kesempatan bagi Kamrussamad untuk memberikan motivasi secara langsung kepada anak tersebut agar terus belajar dan mengembangkan bakatnya.

Citra sendiri tampak antusias menikmati kesempatan berada di gedung parlemen. Bagi dirinya, perjalanan dari menjajakan kacang di Pangkep hingga berada di Gedung DPR RI merupakan pengalaman yang mungkin tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Lebih istimewa lagi, kisahnya mendapat perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan.

Presiden bahkan sempat bergurau kepada Citra agar fokus mengejar prestasi karate dan tidak terburu-buru memikirkan soal pacaran.

“Ya nanti 10 tahun lagi lah kau boleh pacaran. Kau boleh pacaran setelah sabuk hitam [karatemu] jadi…” ujar Prabowo dalam suasana yang mencairkan ruang sidang.

Gurauan tersebut sekaligus menjadi pesan agar Citra terus fokus pada pendidikan dan cita-citanya.

Kisah Citra menjadi gambaran bahwa kemerdekaan seharusnya memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk tumbuh dan meraih masa depan.

Ia pernah berada di titik ketika sekolah hampir ditinggalkan. Ia pernah harus membantu ekonomi keluarga dengan berjualan kacang. Ia juga pernah merasakan pahitnya perundungan.

Namun, kesempatan melalui Sekolah Rakyat mengubah arah perjalanannya.

Kini, ia bukan hanya kembali belajar. Citra telah menunjukkan prestasi, mengenal lingkungan baru, dan bahkan mendapatkan kesempatan hadir di pusat pemerintahan serta parlemen nasional.

Bagi Kamrussamad, perjalanan Citra patut menjadi perhatian bersama agar semakin banyak anak-anak Pangkep yang memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka.

Pertemuan itu pun bukan sekadar jamuan seorang anggota DPR RI kepada seorang anak dari daerah pemilihannya.

Lebih jauh, pertemuan tersebut menjadi simbol bahwa anak-anak Pangkep memiliki tempat dan kesempatan untuk bermimpi setinggi mungkin.

Dari kacang bungkusan yang dijajakan di jalanan Pangkep, Citra kini berdiri di Gedung DPR RI.

Justru, 17 Agustus 2026 mungkin menjadi salah satu halaman pertama dari perjalanan panjang seorang anak Pangkep yang sedang belajar mengubah kesulitan menjadi kekuatan dan kesempatan menjadi prestasi.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah17 Agustus 2026 22:41
HUT ke-81 RI di Barru: Merah Putih Berkibar, Mimpi Anak Muda dan Semangat Pengabdian Jadi Cerita
BARRU, Trotoar.id— Dentang peringatan kemerdekaan di Kabupaten Barru, Senin (17/8/2026), bukan sekadar rangkaian upacara tahunan. Di Lapangan Sepak ...
Parlemen17 Agustus 2026 18:01
Bacakan Teks Proklamasi, Andi Rachmatika Dewi: Sebuah Kehormatan dan Pengingat untuk Terus Mengabdi
MAKASSAR, Trotoar.id — Ada kehormatan yang tidak datang setiap hari. Bagi Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, salah satunya adalah ke...
Metro17 Agustus 2026 17:52
Merah Putih Berkibar di HUT ke-81 RI, Andi Sudirman Serukan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
MAKASSAR, Trotoar.id — Merah Putih kembali berkibar di langit Kota Makassar, Senin (17/8/2026). Di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan,...
Nasional17 Agustus 2026 17:43
HUT ke-81 RI, 91 Warga Binaan di Sulsel Hirup Udara Bebas
MAKASSAR, Trotoar.id — Bagi 91 warga binaan di Sulawesi Selatan, 17 Agustus 2026 bukan sekadar perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Di hari...