Indonesia Jadi Tujuan Utama Mahasiswa Australia, NCP Cetak Rekor Peserta pada 2026

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 11 September 2026 15:13

Indonesia Jadi Tujuan Utama Mahasiswa Australia, NCP Cetak Rekor Peserta pada 2026

JAKARTA, Trotoar.id — Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai mitra strategis Australia di bidang pendidikan.

Dalam program New Colombo Plan (NCP) 2026, Indonesia menjadi destinasi paling populer bagi mahasiswa universitas Australia, sekaligus mencatat jumlah peserta tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan program tersebut.

Tingginya minat mahasiswa Australia datang ke Indonesia tidak hanya menunjukkan daya tarik akademik dan budaya, tetapi juga memperlihatkan semakin kuatnya hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Program NCP menjadi salah satu instrumen penting Australia dalam membangun jejaring generasi muda yang memiliki pengalaman langsung dan pemahaman lebih mendalam mengenai Indonesia.

Pada 2026, pendanaan NCP diberikan kepada 29 penerima beasiswa, 170 peserta program satu semester, serta 691 penerima hibah mobilitas untuk menjalankan berbagai kegiatan di Indonesia.

Lebih dari itu, dalam periode Januari 2025 hingga 30 Juni 2026, lebih dari 1.300 mahasiswa Australia telah memulai program studi, magang, penelitian, hingga kegiatan keterlibatan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia melalui skema NCP.

Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, mengatakan program tersebut memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi pemimpin berikutnya yang memahami dan memiliki kedekatan dengan kedua negara.

“Indonesia merupakan salah satu tetangga dan mitra terdekat Australia. Melalui New Colombo Plan, mahasiswa Australia memperoleh pengalaman langsung di Indonesia, membangun persahabatan yang harmonis, serta memperluas jaringan profesional yang akan memperkuat hubungan kedua negara di tahun-tahun yang akan datang,” ujar Gita Kamath.

Para peserta NCP tidak hanya menjalani kegiatan akademik di kampus. Mereka terlibat dalam berbagai program bersama universitas, dunia usaha, serta organisasi masyarakat Indonesia dengan cakupan bidang yang luas, antara lain kesehatan, teknik, keberlanjutan, bisnis, dan ilmu sosial.

Pengalaman tersebut juga diperkuat melalui kegiatan magang dan proyek kolaboratif. Mahasiswa Australia berkesempatan bekerja bersama mitra Indonesia, sehingga proses pembelajaran berlangsung dua arah sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan inovasi.

Sebanyak 26 universitas Australia mendapatkan pendanaan NCP untuk menjalankan program di Indonesia dalam putaran pendanaan 2025 dan 2026. Angka tersebut memperlihatkan luasnya keterlibatan institusi pendidikan tinggi Australia dalam membangun hubungan akademik dengan Indonesia.

Salah satu program yang mencatat capaian menonjol datang dari RMIT University. Pada Juni hingga Juli 2026, program Capstone universitas tersebut membawa 43 mahasiswa tingkat akhir bidang Teknik dan Teknologi Komputasi ke Indonesia, menjadi kelompok terbesar sepanjang sejarah program Capstone RMIT.

Selama berada di Indonesia, para mahasiswa tidak hanya mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia dan pendalaman budaya di Institut Teknologi Bandung (ITB), tetapi juga menjalankan sejumlah kegiatan kolaboratif bersama lembaga swadaya masyarakat, instansi pemerintah, dan mitra industri.

Kegiatan tersebut mencakup isu energi terbarukan, inovasi keberlanjutan, serta pengembangan teknologi. Pola ini memperlihatkan bahwa program NCP telah berkembang melampaui pertukaran mahasiswa konvensional, menjadi ruang untuk mempertemukan pendidikan, pengalaman lapangan, inovasi, dan jejaring profesional.

Bagi Australia, pengalaman mahasiswa di Indonesia menjadi investasi jangka panjang dalam membangun hubungan bilateral. Mahasiswa yang pernah belajar dan bekerja bersama masyarakat Indonesia berpeluang membawa pengalaman serta jaringan tersebut ketika memasuki dunia profesional dan pemerintahan.

Sementara bagi Indonesia, tingginya jumlah peserta NCP membuka peluang semakin luas untuk memperkuat kerja sama perguruan tinggi, riset, industri, serta berbagai proyek sosial dan pembangunan. Interaksi langsung antarmahasiswa juga menjadi fondasi penting bagi terbentuknya hubungan antarmasyarakat yang lebih kuat.

Dengan rekor jumlah peserta pada 2026, Indonesia bukan sekadar menjadi salah satu tujuan program New Colombo Plan. Indonesia telah menjadi tujuan utama bagi generasi muda Australia untuk belajar, berkolaborasi, membangun jaringan, sekaligus memahami lebih dekat salah satu tetangga terpenting negaranya.

Penulis : Upiqaustralia

 Komentar