
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Sufriadi Arif mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat sinergi menjaga stabilitas daerah.
Pesan tersebut disampaikan Sufriadi saat menghadiri kegiatan kunjungan ke Palagan Utama di Monumen Mandala, Makassar, Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026 dan digelar berdasarkan Surat Telegram Panglima TNI Nomor ST/1095/2026.
Rangkaian kegiatan meliputi doa bersama, ziarah nasional, serta kunjungan ke sejumlah tempat yang memiliki nilai sejarah perjuangan.
Menurut Sufriadi, Monumen Mandala memiliki makna penting dalam perjalanan sejarah bangsa, khususnya perjuangan pembebasan Irian Barat.
“Momentum HUT ke-81 TNI ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya semangat juang dan pengorbanan para pahlawan di palagan-palagan pertempuran. Monumen Mandala adalah simbol sejarah perjuangan pembebasan Irian Barat,” ujar Sufriadi.
Ia menyampaikan penghargaan kepada TNI atas pengabdian dan dedikasinya selama 81 tahun dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sufriadi juga menilai semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu perlu diterjemahkan dalam konteks kekinian melalui penguatan kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“DPRD Sulsel mendukung penuh sinergitas TNI dengan rakyat dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas dan pembangunan di Sulsel,” katanya.
Menurutnya, peringatan HUT TNI tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut juga menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali nilai-nilai pengabdian, persatuan, dan pengorbanan yang menjadi bagian dari perjalanan TNI dan bangsa Indonesia.
Kegiatan di Monumen Mandala turut dihadiri jajaran Forkopimda Sulsel dan Forkopimda Kota Makassar, termasuk Gubernur Sulsel, Kapolda Sulsel, Kajati Sulsel, Wali Kota Makassar, serta unsur TNI-Polri.
Kehadiran lintas unsur pemerintahan dan aparat keamanan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kondusivitas daerah dan mendukung pembangunan.
Kegiatan kunjungan Palagan Utama berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama untuk mengenang jasa serta mendoakan arwah para pahlawan.
Bagi Sufriadi, penghormatan terhadap sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi saat ini untuk menjaga persatuan dan meneruskan semangat pengabdian dalam membangun Sulawesi Selatan dan Indonesia.

