Pansus Hak Angket KPK Ingin Konsultasi, Jokowi Bilang Begini

Suriadi
Suriadi

Minggu, 01 Oktober 2017 15:06

Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja saat wawancara khusus dengan LKBN Antara jelang Peringatan Hari Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). Presiden juga memaparkan sejumlah permasalahan antara lain bidang ekonomi, sosial, politik, pembangunan, pendidikan, daerah perbatasan hingga kemaritiman. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/Spt/15
Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja saat wawancara khusus dengan LKBN Antara jelang Peringatan Hari Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). Presiden juga memaparkan sejumlah permasalahan antara lain bidang ekonomi, sosial, politik, pembangunan, pendidikan, daerah perbatasan hingga kemaritiman. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/Spt/15
Presiden ke 7 RI Joko Widodo 

Trotoar.id, Jakarta – Niat Panita Khusus 9Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berkonsultasi kepada Presiden Joko Widodo, nampaknya harus kandas, pasalnya Presiden ke 7 menolak dan tak ingin menerima permohonan konsultasi Pansus Hak Angket KPK.

Hal itu diungkapkan Jokowi usia memimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasilan di kompleks Monumen Pancasila Sakti, Lubang buaya Jakarta Minggu (1/10/2017)

Baca Juga  Jokowi-JK Hadir Di Pernikahan Putra Nurdin Abdullah

“Jangan bawah-bawah kesaya, dan libatkan saya dalam hak angket KPK< kalau konsultasi itu jadi domain DPR dan itu sudah saya sampaikan,” Kata Jokowi Jokowi di Kompleks Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Minggu (1/10/2017).

Bahkan Presiden ke 7, itu menegaskan jika pemerintah atau eksekutif mendukung penuh penguatan KPK sebagai lembaga negara,

Baca Juga  Bupati Sidrap Di WA Mendagri, SAR: “Saya Akan Sikat Siapa Saja yang Mencoreng Citra Sidrap"

“Kita ini pemerintah dan komitmen kita jelas, kita dukung penguatan KPK dan mas saya ulang-ulang terus bahwa penguatan KPK itu harus, ya sudah,” ujar Jokowi.

Sebelumnya Mantan gubernur DKI ini menyebutkan jika ia adalah bagian dari lembaga eksekutif, dan  tidak memiliki wewenang dalam seluruh aktivitas Pansus Hak Angket DPR terhadap KPK.

Diketahui, Pansus Hak Angket KPK telah mengirimkan surat kepada pimpinan DPR untuk diteruskan kepada Presiden perihal rapat konsultasi tentang KPK.

Baca Juga  Legislator Nurhaldin Harap Tak Ada Lagi Perang Kelompok di Makassar

Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Taufiqulhadi berharap rapat konsultasi dengan Presiden dapat dilakukan sebelum masa akhir kerja Pansus Angket, yakni 28 September 2017.

Pimpinan DPR RI kemudian memutuskan untuk tidak mengirimkan surat tersebut kepada Presiden.

Sumber: Kompas.com 

 Komentar

Berita Terbaru
Politik23 Oktober 2026 23:18
Jelang Pelantikan Golkar Sulsel, Bendera dan Baliho Bahlil-IAS Hiasi Jalanan Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Suasana Kota Makassar mulai semarak menjelang pelantikan pengurus Dewan Pimpinan...
Politik23 Oktober 2026 21:36
Golkar Sulsel Menguningkan Makassar, Konsolidasi Politik dan Ujian Empati kepada Warga
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Akhir pekan ini, Makassar bukan sekadar menjadi panggung konsolidasi Partai Gol...
Metro23 Oktober 2026 19:49
Naoemi Octarina Pimpin Delegasi Sulsel, Perkuat Sinergi Dekranasda, PKK, dan Posyandu
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO DENPASAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat sinergi program pemberdayaan ma...
Politik23 Oktober 2026 17:33
Ribuan Kader Golkar se-Sulsel Bakal Tumpah Ruah di Makassar, Ingin Bertemu Langsung Bahlil
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Ribuan kader Partai Golkar dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan ...