Buwas: 68 Jenis Narkotika Beredar di Indonesia

Suriadi
Suriadi

Selasa, 03 Oktober 2017 01:48

Buwas: 68 Jenis Narkotika Beredar di Indonesia
Gubernur SUlawesi Selatan Mendampingi Kepala Badan narkotika NAsional (BNN) Komisaris Jendral Polisi Budi Waseso, saat menghadiri Forum Konsepsi Pemuda Melawan Narkoba, di Lapangan Karebosi Makassar, Senin (2/10).WhatsApp Image 2017 09 28 at 03.36.59 e1506545522869

Trotoar.id, Makssar — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) menyebutkan saat ini ditemukan 800 jenis narkotika baru di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia ada 68 jenis yang beredar.

Buwas mengungkapkan seperti yang dilaporkan otoritas China, sepanjang 2016, narkotika jenis sabu yang masuk di Indonesia dari negeri tirai bambu tersebut sebanyak 250 ton. Ada 11 negara yang menyuplai narkoba dan dikendalikan oleh 75 jaringan internasional di Indonesia.

“Ada 11 negara yang suplai narkoba, data ini valid, ini juga dikendalikan oleh 75 jaringan di Indonesia,” katanya.

Hal ini diungkapkan Buwas pada Forum Konsepsi Pemuda Melawan Narkoba di Lapangan Karebosi Makassar, Senin (2/10).

“Saya juga tidak percaya. Masa sebanyak itu 250 ton dimasukkan di Indonesia. Itu yang tercatat oleh mereka, saya langsung lemes pak,” sebut Buwas.

Dia kemudian memaparkan BNN terakhir memusnakan narkoba hasil sitaan sebanyak 3,4 ton pada 9 November 2016.

Buwas menghitung dengan sederhana, data dari Universitas Indonesia, sebanyak 250 ton narkotika yang masuk ke Indonesia digunakan sekitar 6,4 juta orang. Artinya, minimal dalam satu minggu dibutuhkan enam ton sabu.

Buwas juga menguraikan bahwa narkoba masuk ke Indonesia sebagai salah satu bentuk untuk menghancurkan generasi Indonesia.

“Ini seperti perang candu di China dulu dimana dengan mudah dikuasai Inggris. Saya semakin mendalami masalah narkoba bukan semakin senang tetapi semakin sedih,” ungkapnya.

Buwas menyebutkan salah satu yang bisa diterapkan dalam memberantas dan mencegah peredaran narkotika adalah program yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar dan Pemprov Sulsel.

Sebelumnya, SYL menjelaskan terkait program pemberantasan dan pencegahan narkotika dan obat terlarang di Sulsel yakni menghadirkan BNN di setiap kabupaten/kota. Juga menutup apotik yang menyalurkan atau teridentifikasi menyediakan obat daftar g, serta progaram UKS khusus pencegahan penyalahgunaan narkoba. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro24 Agustus 2026 19:36
Jelang Pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional, 1.157 Peserta Ikuti Defile di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Sebanyak 1.157 peserta yang tergabung dalam 117 kafilah dari 38 provinsi serta 79 kementerian dan lembaga mengikuti Defile Ka...
Metro24 Agustus 2026 18:33
Pemkot Makassar Sambut 1.157 Peserta MTQ VIII KORPRI Nasional Lewat Defile Kafilah
MAKASSAR, Trotoar.id — Defile kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 resmi dil...
Metro24 Agustus 2026 17:29
Jufri Rahman Soroti Tantangan AI, Minta ASN Tetap Pegang Etika dan Integritas
MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial in...
Politik24 Agustus 2026 17:00
Jelang Pemilu 2029, Gerindra, Golkar dan PDIP Sulsel Pasang Target Tinggi
MAKASSAR, Trotoar.id — Jelang Pemilu 2029, sejumlah partai politik di Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik dengan memasang target peroleh...