JAKARTA, Trotoar.id — Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat, bersama ribuan buruh dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan pidato yang menyoroti berbagai isu ketenagakerjaan, termasuk kondisi para pengemudi ojek online (ojol) yang dinilainya perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Di hadapan massa buruh, ia secara tegas menyinggung besaran potongan atau retribusi yang diterapkan oleh perusahaan aplikator kepada para driver ojol, yang selama ini dinilai terlalu tinggi.
Baca Juga :
Menurut Prabowo, potongan hingga 20 persen yang diberlakukan oleh aplikator tidak mencerminkan rasa keadilan, mengingat para pengemudi bekerja keras setiap hari di lapangan.
Ia menilai para driver ojol menghadapi risiko tinggi, mulai dari kecelakaan hingga ancaman keselamatan di jalan, sehingga sudah sepatutnya mendapatkan perlakuan yang lebih adil dalam sistem bagi hasil.
“Ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Aplikator minta retribusi 20 persen. Gimana ojol? Setuju 20 persen? Bagaimana 15 persen? Berapa? 10 persen?” ujar Prabowo di hadapan massa.
Dalam dialog langsung tersebut, para buruh dan pengemudi ojol yang hadir kompak menyuarakan angka 10 persen sebagai batas potongan yang dianggap lebih adil.
Namun demikian, Prabowo justru menegaskan bahwa angka tersebut masih belum ideal dan meminta agar potongan aplikator diturunkan lagi di bawah 10 persen.
“Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen,” tegasnya, yang langsung disambut sorak dukungan dari peserta aksi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan perusahaan aplikator agar mematuhi kebijakan yang akan ditetapkan pemerintah terkait perlindungan pekerja di sektor transportasi digital.
Prabowo bahkan memberikan peringatan keras kepada aplikator yang tidak bersedia mengikuti aturan tersebut untuk mempertimbangkan keluar dari Indonesia.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan regulasi yang berpihak kepada pekerja, termasuk mitra pengemudi dalam ekonomi digital.
Momentum May Day 2026 ini pun menjadi titik penting dalam mendorong perubahan kebijakan, dengan harapan terciptanya keseimbangan antara kepentingan perusahaan aplikator dan kesejahteraan para pengemudi ojol di Indonesia.




Komentar