Nurdin Halid: Saya Tahu Rambu Solo’, Jawabnya Seadanya karena Pertanyaan Cepat

Suriadi
Suriadi

Jumat, 20 April 2018 02:07

Nurdin Halid: Saya Tahu Rambu Solo’, Jawabnya Seadanya karena Pertanyaan Cepat
TROTOAR.ID, MAKASSAR – Calon Gubernur Sulsel nomor urut 1 Nurdin Halid merasa perlu menjelaskan kembali soal pertanyaan quiz dari host Debat Kandidat Pilgub Sulsel yang ditayangkan Metro TV, Kamis (19/4/2018).

Menurut Nurdin Halid, dirinya bukannya tak paham soal Rambu Solo’ yang dimaksud, tapi karena pertanyaan cepat dan host juga menyampaikan Rambu Solo’ dengan dialektika yang tak pas, sehingga dirinya mengaku kurang jelas apalagi disampaikan terlalu cepat.

Nurdin Halid yang didampingi Aziz Qahhar Mudzakkar mengaku jika dirinya sering menghadiri upacara kematian yang digelar suku Toraja, apalagi besannya dr Felicitas Tallulembang sering mengajaknya.

“Saya sangat tahu itu Rambu Solo’ yaitu upacara adat kematian dan saya sering menghadiri. Terakhir saya hadir waktu besan saya (Felicitas) melaksanakan Rambu Solo’ di Toraja Utara. Saya hadir bersama Pak Prabowo dan kerbau saya diadu dengan kerbau Pak Prabowo. Jadi Rambu Solo’ (kematian) termasuk Rambu Tuka’ (upacara syukuran) di Toraja saya paham betul,” tegasnya saat ditanya mengapa salah menjawab dalam debat usai tayangan beberapa menit lalu.

Nurdin Halid yang juga Koordinator Pratama Partai Golkar juga perlu memberikan klarifikasi bahwa penyebutan Solo’ pada Rambu Solo’ juga harus mantap secara dialektika karena menggunakan koma di atas pada akhir kata Solo’.

Karena jika diucapkan dengan dialektika biasa tanpa koma, maka kedengarannya sama dengan ibukota salah satu kota di Jawa Tengah, yakni Solo (tanpa koma) atau Surakarta.

Karena yang terdengar kata Solo tanpa koma oleh Host, Nurdin Halid pun mengiranya yang dimaksud ada Kota Solo tanpa memperhatikan ada kata Rambu di depan kata Solo.

Sementara itu, Juru Bicara NH-Aziz, M Risman Pasigai, juga mengungkapkan hal senada. Dia menyebut bahwa jawaban Nurdin Halid keliru karena ketidaksesuaian pengucapan Solo’ yang sebenarnya oleh Host.

“Pak NH jawab sekenanya karena Host juga menyebut tak sesuai dialektika Toraja yakni Solo’ yang seharusnya menggunakan koma atas dan lafas (ucapan) harus agak terdengar beda dengan Solo tanpa koma. Mungkin karena Hostnya bukan orang sini yah,” jelasnya.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 Agustus 2026 15:53
Golkar Sulsel Bersiap dengan Wajah Baru, IAS Targetkan Struktur Rampung Pekan Depan
Makassar, Tritoar.id – Langkah konsolidasi Partai Golkar Sulawesi Selatan memasuki fase akhir.  Setelah melalui serangkaian pembahasan intensif, ti...
Daerah06 Agustus 2026 15:44
Appi Tegaskan PSEL Makassar Tetap Jalan, Penetapan Lokasi Masih Dimatangkan
MAKASSAR, Trotoar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tetap akan dilanjutk...
Metro06 Agustus 2026 14:41
Appi Tegaskan PSEL Makassar Tetap Jalan, Penetapan Lokasi Masih Dimatangkan
MAKASSAR, Trotoar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tetap akan dilanjutk...
Daerah06 Agustus 2026 13:38
Barru Bersiap Jadi Tuan Rumah Bhayangkara Off Road Peduli V, Andi Ina Bidik Efek Berganda untuk Wisata dan UMKM
BARRU, Trotoar.id – Kabupaten Barru bersiap menjadi salah satu titik utama pelaksanaan Bhayangkara Off Road Peduli Seri V yang dijadwalkan berlangsu...