TROTOAR.ID, MAKASSAR Tak terima putsan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Makassar yang mendiskualifikasi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makssar. Moh, Ramdhan Danny Pomantho-Indira Mulyasari Pramasturi (DIAmi) ratusan masyarakat membakar motor di depa Monumen Mandala.
Aksi bakar motor yang dilakukan masyarakat yang tergabung dalam koalisi rakyat untuk (DIAmi) sebagai bentuk protes atas putusan MA yang meminta kepada KPUD untuk mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut 2.
“Ini adalah bentuk perlawanan kami, terhadap putusan MA dan KPUD yang mendiskualifikasi pasanagn calon DIAmi, dan kami mencari keadilan, bukan dan bukan bentuk diskriminasi yang kami dapatkan atas putusan yang dikeluarkan KPUD Makassar,” teriak Eagle Wahyu dalam aksinya.
Baca Juga :
Akibat aksi yang dilakukan simpatisan DIAmi bersama masyarakat kota Makassar, mengakibatkan jalan di depan monumen mandala menjadi macet, dan aksi tersebut megakibatkan sebuah sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi DD 2723 VZ hangus dan menjadi tontonan masyarakat kota Makassar.
Massa juga menuntut agar proses pesta demokrasi di kota makassar tidak di campuri oleh pihak -pihak yang yang dengan sengaja mengotori proses demokrasi.
Sebelumnya, ratusan massa DIAmi menggelar aksi demontrasi didepan Monumen Mandala Jalan Jenderal Sudirman Kota Makassar dengan kompak memakai seragam hitam.
Mereka melakukan orasi ilmiah dengan menggunakan mobil bak terbuka sebagai panggung orasi dan juga soundsystem sebagai pengeras suara.
Dalam orasinya, mereka kecewa dan berduka atas matinya demokrasi di Kota Makassar karena telah menggugurkan paslon Danny Pomanto dan Indira Mulyasari dalam kontestasi Pilwalkot Kota Makassar.
Hingga saat ini, ratusan massa DIAmi masih berkumpul di depan Monumen Mandala dan rencananya akan melanjutkan aksi longmarch.




Komentar