TROTOAR.ID, Bonebone — Ada yang menarik saat legislator NasDem, M Rajab bersosialisasi dan menyebarluaskan produk hukum daerah yang diatur dalam Perda nomor 4 Tahun 2014 di Dusun Mariri Desa Banyuurip, Kecamatan Bonebone, Luwu Utara, Rabu (2/5).


Wakil Ketua Komisi E itu, di hadapan tiga Kades serta ratusan warga termasuk tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda, Jubir DPW NasDem Sulsel didaulat warga untuk berfoto bersama.
Tanpa canggung, M Rajab mengeluarkan smartphone miliknya dan berpose bersama ratusan warga dari enam desa, yakni Desa Banyuurip, Bantimurung, Sidomukti, Pongko, Tamuku, dan Sadar.
Baca Juga :
Dalam sesi tanya jawab, warga mempertanyakan soal pupuk bersubsidi, sarana irigasi tersier, jalan desa, hingga ke persoalan beras raskin/rastra. Banyak warga yang mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap bagaimana memberikan pelayanan yang baik dalam bidang pertanian agar petani nasibnya bisa lebih sejahtera.
Arifin, warga Desa Banyuurip misalnya mempertanyakan upaya pemerintah kabupaten Luwu Utara dalam mendorong agar profesi petani bisa menjadi pilihan utama warga desa tidak semata-mata mengejar cita cita menjadi seorang pengusaha, dokter, guru dan sebagainya.
Mendengar itu, M Rajab merasa miris dengan nasib petani.
“Memang selama ini kalau kita tanya pada anak anak kita cita-citanya mau jadi apa jarang malah tidak ada yang lantang bilang saya mau jadi petani, rata rata semua menjawab mau jadi dokter, polisi, tentara, PNS dan sebagainya, itu artinya profesi petani ini sangat tidak diminati, anak petani pun banyak yang ogah ikut bapaknya jadi petani, sehingga kita kuatir, SDM kita di bidang pertanian juga akan semakin kurang dan langka, sehingga dampaknya produktifitas pertanian juga bisa menurun, ini yang kita harus pikirkan bersama, bagaimana misalnya pemerintah memberi insentif khusus bagi para petani, agar kesejahteraan mereka juga bisa lebih meningkat,” harap putra daerah asli Luwu Utara ini. (**)



Komentar