Tim Hukum DIAmi Laporkan KPU ke Enam Lembaga Negara

Suriadi
Suriadi

Jumat, 18 Mei 2018 19:44

Tim Hukum DIAmi Laporkan KPU ke Enam Lembaga Negara
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Tim hukum pasangan calon Walikota dan wakil Walikota Makassar Adnan Buyung Azis mengungkapkan telah melaporkan pelanggaran yang dilakukan KPUD Kota Makassar ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilukada (DKPP).

Selain melaporkan pelanggaran Komisioner KPUD Makassar ke DKPP, Tim Hukum DIAmi meneruskan laporannya ke Bawaslu RI, Gakumdu, Ombudsman, dan DPR RI, dan semua laporannya sudah diserahkan.

“Laporannya semua masuk, sisa menunggu perkembangan dari masih diproses,” kata Adnan kepada wartawan, Jumat 18 Mei 2018.

Adnan mengaku optimistis, bila laporan mereka akan dikabulkan, Komisioner KPU Makassar terbukti sudah melanggar aturan dan etik.

Baca Juga  Intensifkan Sosialisasi, RML Minta Dukungan Warga Kelurahan Bira

“Kami optimis, bila laporan kami akan diterima, mengingat KPU Makassar mau menjalankan putusan Panwas yang bersifat mengikat dan fainal,” kata Adnan.

Dikesempatan tersebut, Adnan juiga mengaku, KPU RI berjanji akan memperhatikan laporan yang disampaikan tim Hukum DIAmi, dan tidak akan main-main dalam menyikapi putusan Panwaslu. KPU Makassar telah melakukan tindakan mal administrasi, sehingga Ombudsman RI juga akan turun tangan.

“Memeriksa mereka (Komisioner KPU Makassar),” ungkap Adnan.

Karena sekarang hari Jumat, Adnan berharap minggu depan sudah ada perkembangan terbaru. “Kasus ini sudah menjadi perhatian nasional,” katanya.

Baca Juga  Ajak Ratusan Pengusaha, Disnaker Makassar Beri Pemahaman Perencanaan Tenaga Kerja Mikro

Sebelumnya, Ombudsman Republik Indonesia memperkirakan akan banyak timbul masalah yang berujung pada sengketa. Pilkada serentak 2018 akan dilaksanakan di 171 daerah. Tersebar di 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota.

Ombudsman akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menangani pelaporan dan pengawasan pemilihan kepala daerah serentak 2018.
“Ombusdman siap menerima pengaduan terkait pilkada,” ujar anggota Ombudsman, Adrianus Meliala.

“Secara prosedur, Ombudsman bisa menerima sengketa Pilkada,” tambah Adrianus.

Baca Juga  Mahfud MD, 'Karaeng Tojeng': Sosok Tanpa Celah Hukum yang Menentukan

Panwaslu Kota Makassar membatalkan keputusan KPU Kota Makassar Nomor 64/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7371/KPU-Kot/IV/2018 yang hanya menunjuk satu pasangan calon di Pilkada Makassar. Panwaslu kemudian memerintahkan KPU membuat SK baru yang kembali menerima pencalonan DIAmi.

Sayangnya, KPU Makassar tidak menjalankan perintah ini. Sehingga Panwaslu dan Kuasa Hukum DIAmi melaporkan Komisioner KPU Makassar pasal pelanggaran etik, mal-administrasi, dan pidana.

“Tidak melaksanakan perintah undang-undang, perbuatan KPU juga secara nyata menghilangkan hak konstitusional seseorang,” kata Humas Panwaslu Maulana. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 November 2026 19:13
PKB Desak Kasus Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas, Syamsul Rizal Dorong Forensik Digital
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak aparat terkait mengusut tuntas dugaan penyadapan yang disebut menyasar sejumlah toko...
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 17:24
Makassar Raih Terbaik I Nasional Program KB 2026, Enam Inovasi DPPKB Jadi Penentu
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, M...
Metro05 November 2026 16:21
Penyintas Kanker Berbagi Pengalaman, TP PKK Makassar Perkuat Edukasi Deteksi Dini Penyakit
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dibangun ketika tubuh mulai merasakan sakit. Pemeriksaan sejak dini menjadi lan...