TROTOAR.ID, MAKASSAR — Jelang pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sulsel, yang tersisah 27 hari lagi, sejumlah hasil survei muncul ke publik, yang bertujuan unutk mempengaharui publik dalam menentukan pilihannya pad a27 juni mendatang.
Bahkan kurung waktu sebulan terakhir tiga lembaga Survei merilis hasil survei mereka, meskipun dari tiga lembaga survei tersebut memiliki hasil yang berbeda dan paslon yang memiliki tigkat elektabilitas yang cukup tinggi.
Seperti survei Center For Startegic and Studes (CSSI) menempatkan pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Muzadkkar (NH-Aziz) diposisi pertama dnegan tingkat elektabilitas mencapai 30.6 persen.
Baca Juga :
Namun berbeda ketika Survei Scrip Survei Indoensia dimana dalam survei tersebut Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-SS) menempati psosi teratas dengan tingkat elektabilitas 33.78 persen.
Hal tersebut juga terlihat jaun berbeda ketika Jaringan Suara Idnoensia (JSI) merilis hasil surveinya, dimaan dalam hasil survei tersebut, pasamgam Ichsan Yasin Limpo-Andi Muzadkkar (IYL-CAKKA) meraih elektabilitas sebesar 29,8 persen.
Dari tiga hasil survei yang berbeda tersebut, merupakan upaya para kandidat pasangan calon yang untuk membangun opini demi mengalihkan dukungan masyarakat kepada para kandidat yang menklaim bila survei yang dilakukan menggungulkan dirinya.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad menilai, survei yangmengukur elektabilitas pasangan calon di pilgub bagian dari startegi dari masing-masing paslon.
“ini bagian dari strategi komunikasi politik para kandidat, yang mana survei sebagai ukuran kemampuan mereka dalam mengukur kerja politik pasangan calon, dan semuanya secara akademik dibenarkan karena menggunakan metode kajian akademik dan yang dituangkan dalam penelitian,” Ungkap Virdau muhamma.xddzzx
Nah lanjut dia semua kembali kemasyarakat sebagai pemilik hak suara , mana yang mereka ingin pilih, pada hari pemilihan mendatang.
Namun pemerhati politik, yang juga mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Fajar, Muh. Lutfi menilai, melihat dari ketiga survei yang hasilnya berbeda, dianggap sah-sah saja, sebab mereka menggunakan metode survei yang hampir sama, meskipun hasil berbeda-beda.
“Dalam survei memang biasa hasil berbeda, namun tidak bisa dipungkiri apa yang di hasilkan lembaga survei tersbeut merupakan hasil penelitian akademik yang tak dapat di bantah,” Ungkapnya
Meski demikian, dia berharap agar masyarakat kelak nantinya mampu menetuka pilihan berdasarkan padaprogram dan konsep ide yang ditawarkanpasangan calon, bukan karena suatu hal yang diharapkan.




Komentar