TROTOAR.ID, MAKASSAR — Tahanan teroris Muhammad Basri alias Ustaz Basri, yang didakwa menjadi otak intelektu upaya pembunuhan terhadap mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada November 2012 lalu, meninggal dunia akibat penyakit paruparu yang dideritanya.
Basir merupakan salah satu warga binaan lapas Klas IIA Pasir Putih Nusakambangan, Kabupaten Cilapap Jawa Tengah, mengembuskan nafas terakhirnya setelah sempat mendapat perawatan medis di RSUD Kabupaten Cilacap
Kepala Lapas Klas IIA Muhammad Sunani megatakan, Basri meninggal pada Sabtu (7/7/2018). Menurutnya almarhum telah menderita penyakit sejak lama, dan itu berdasar dari hasil otopsi jenazah yang mengidap paru-paru akut dan berakhir dengan gagal jantung.
Baca Juga :
“Menurut medis penyakit paru-paru dan gagal jantung, yang mengakibatkannya meninggal dunia ,” kata Sunani.
Basir diketahui menjalani proses hukuman selama 8 tahun, karena di dakwa sebagai otat teror Bom Pipa saat partai Golkar Sulsel menggelar jalan santai di depan monumen mandala 2012 silam
Awalnya, pada Sabtu (7/7) pukul 16.15 WIB almarhum berangkat dari lapas dengan pengawalan napi kasus terorisme dari Lapas Klas IIA Pasir putih Nusakambangan ke RSUD Cilacap untuk melakukan pemerikasan.
“Kondisi sakit- sakitan dan sudah di lakukan penanganan serius oleh tim dokter Lapas selama 3 (tiga) hari,” katanya.
Setiba di RSUD Pukul.17.30 WIB langsung mendapat penanganan dokter umum, dan dirujuk ke instalasi ICU karena kondisi napi yang sudah sakit parah.
“Sekitar pukul 21.00 WIB kondisi kritis, dan sekitar pukul 22.00 WIB dinyatakan oleh dokter RSUD bahwa napi teroris atas nama Muhammad Basri sudah meninggal dunia,” terangnya, dilansir laman Akurat.(Upi)



Komentar