TROTOAR.ID, MAKASSAR — Para mantan juru bicara pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sulsel, mencoba keberuntungan pada pemilu 2019, dengan ikut berpartisipasi menjadi Calon Legislatif (Caleg) pada pemilu 2019 mendatang.
Sejumlah mantan jubir tersebut mencari keberuntungan di pileg 2019, melalui sejumlah partai politik pengusung dan pendukung pasangan calon di pilgub Sulsel beberaoa waktu lalu
Mereka para mantan jubir yang maju pileg yakni Jubir NH-Aziz Muhammad Natsir (Golkar) Jubir Prof Andala Haeruddin Nurman (PDIP) Jubir IYL-Cakka Ian Latanro (Demokrat), Jubir AAN-TB Andry Arief Bulu (Gerindra).
Baca Juga :
Langkah politik majunya para mantan jubir di pilgub Sulsel tidak terlepas dari modal investasi politik yang telah dimiliki para mantan jubir, mengingat semenjak mereka menyandang status sebagai juru bicara keuntungan telah didapatkan mereka, ketimbang sejumlah caleg yang harus bekerja memperkenalkan diri kemasyarakat sebagai bakal calon wakil rakyat.
Melihat fenomena tersebut pengamat politik, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad menilai, para jubir yang maju di pileg 2019 telah mengantongi modal politik, sehingga mereka dimudahkan untuk dapat terpilih dipileg nantinya.
“Mereka telah memili modal investasi politik dimasyarakat, termasuk dengan tingkat keterkenalan mereka yang cukup familiar sehingga tidak susah lagi untuk memoles keterpilihan mereka dipileg mendatang,” Ungkap Firdaus Muhammad.
Namun Firdaus Muhammad mengingatkan kepada mereka yang maju bersaing di pileg bukan hal yang mudah, mengingat persaingan dipileg akan terjadi di intenral partai dan bukan berasal dari eksternal partai atau caleg di partai lain.
Terkait jika dirinya maju dipileg untuk mencari keberuntungan pasca pilgub di bantahnya, sebab dirinya menjadi jubir di pasangan AAN-TBL karena kewajiban sebagai kadr partai Gerindra, apa lagi Gerindra menjadi partai pengusung utama pasangan AAN-TBL
“Saya ini kader partai, jadi perintah partai saya jadi jubir dan saya maju caleg karena perintah partai, apa lagi pada periode 2009-2014 lalu saya menjadi wakil rakyat dan duduk sebagai wakil ketua DPRD Sulsel,” Ungkap Andri.



Komentar