TROTOAR.ID, MAKASSAR — Wakil Koordinator DPD I Sulsel Bidang Perdagangan dan Perindustrian, M Yasir, dipastikan bertarung pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.
Pensiunan PNS Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini terdaftar sebagai Calon Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulsel II meliputi Bulukumba, Sinjai, Bone, Wajo, Soppeng, Kota Parepare, Barru Pangkep dan Maros.
Yasir mengungkapkan keputusan maju pada Pileg 2019 murni merupakan panggilan jiwa untuk mengabdi membangun kampung tercinta, Sulsel. Pengalaman selama bertugas di Kemendag menjadi modal penting bila kelak terpilih menjadi wakil rakyat. Dijaminnya, program-program ekonomi kerakyatan akan lebih banyak menyentuh Sulsel.
Baca Juga :
Tema besar yang diusung Yasir memang berfokus pada semangat membangun kampung, sebagaimana yang sempat diperjuangkan mantan calon gubenur dan wakil gubernur Sulsel usungan Golkar, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar.
Yasir yang juga sahabat dekat Nurdin Halid menyebut spirit bangun kampung harus terus menggelora. Toh, itu merupakan solusi atas masalah ketimpangan.
“Spirit bangun kampung harus tetap dijaga dan terus digelorakan. Yakin dan percaya melalui gagasan yang mengutamakan pembangunan dan perekonomian berbasis kerakyatan, maka masyatakat Sulsel bisa hidup lebih sejahtera. Bersama-sama kita atasi masalah klasik meliputi ketimpangan, kemiskinan dan pengangguran,” ucap Yasir, saat dihubungi Minggu (22/7).
Statement Yasir untuk memperjuangkan ekonomi kerakyatan melalui spirit bangun kampung bukan janji semata. Sewaktu masih bertugas di Kemendag, calon legislatif nomor urut lima ini sudah membuktikannya. Yasir adalah inisiator sejumlah program-program ekonomi kerakyatan yang kini dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya di Sulsel, tapi juga Indonesia secara keseluruhan.
Yasir diketahui merupakan salah satu pencetus program-program strategis dalam usaha peningkatan dan perkembangan usaha kecil dan menengah. Di antaranya yakni program pembangunan pasar percontohan, revitalisasi pasar-pasar tradisional terutama di wilayah Sulsel rentang 2006–2012, serta pembangunan gudang.
Yasir juga ikut andil dalam pembangunan pusat distribusi nasional dan pemberian bantuan sarana usaha berupa tenda kaki lima dan coller box kepada pedagang ikan. (**)




Komentar