Bertemu Dengan Jokowi, Bupati Bulukumba Perjuangkan Nasib Honorer K2 dan Bandar Udara

Suriadi
Suriadi

Selasa, 31 Juli 2018 20:11

Bupati Bulukumba A.M Sukri A Sappewali, Salam Komandio Bersama Presiden Joko Widodo
Bupati Bulukumba A.M Sukri A Sappewali, Salam Komandio Bersama Presiden Joko Widodo
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Bupati Bulukumba, A.M. Sukri A. Sappewali terus memperjuangkan nasib para tenaga honorer K2 yang bertugas di Pemkab Bulukumba. Bahkan saat menghadiri undangan Presiden Joko Widodo, Bupati dua periode ini menyampaikan harapannya tersebut langsung kepada Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengungkapkan agar pemerintah pusat bisa lebih memprioritaskan K2 dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018, serta dirinya juga mendorong percepatan pembangunan bandar udara demi mendorong pertumbuhan ekonomi serta promosi wisata tanah air yang lebih berdampak signifikan pada peningkatan keuangan daerah dan kesejahteraan masyarakat Bulukumba.

“tadi saya sampaikan langsung kepada Bapak presiden, agar Penerimaan CPNS tahun ini untuk lebih memperhatikan nasib honorer K2, serta mendorong percepatan pembangunan Bandar Udara,” Pesan Sukri Sappewali.

Sukri mengaku hal itu diungkapkan di depan Presiden dan 32 kepala daerah setingkat Bupati dan Wali Kota yang ikut hadir dalam pertemuan yang di gelar di Istana Kepresidenan Bogor Selasa (31/7/2018).

Lanjutnya, Bupati Bulukumba mengaku jika apa yang menjadi usulannya, langsung direspon oleh Presiden Jokowi, dengan segera membicarakan hal tersebut bersama Menpan RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) agar para honorer yang berusia 35 tahun diberi peluang menjadi CPNS.

“Alhamdulillah tadi Bapak Presiden sudah memberi jawaban langsung, katanya nanti akan segera dibicarakan dengan Menpan RB dan honorer yang berusia 35 tahun keatas akan tetap diberi peluang khusus, kita tunggu saja kabarnya, semoga kabar baik,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga berharap kepada seluruh kepala daerah untuk meningkatkan kinerjanya dalam menghadapi situasi perekonomian yang tidak menentu dikarenakan persaingan ekonomi Barat Timur dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar menjadi salah satu dampak yang menjadi penekanan Presiden Jokowi.

Selain itu Jokowi juga berpesan agar kiranya para kepala daerah bisa bersinergi dalam membangun daerah, dan bukan malah bersaing dan menggunakan uang negara yang bukan sesuai peruntukannya.

“Para Bupati dan Wabup agar bersinergi dalam membangun daerahnya bukan bersaing, maraknya Bupati yang kena OTT oleh KPK agar betul-betul para Bupati jangan main-main dengan uang negara,” ujar Jokowi.

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen09 September 2026 21:57
Urai Antrean Solar, Pertamina Operasikan 16 SPBU di Makassar Selama 24 Jam
MAKASSAR, Trotoar.id — Pertamina mengambil langkah cepat untuk mengurai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Makassar. Sebanyak 16 SPBU a...
Daerah09 September 2026 21:53
Andi Utta Titip Pesan ke Dai Bulukumba: Ubah Masyarakat dari Konsumtif Jadi Produktif
BULUKUMBA, Trotoar.id — Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta mengajak para dai dan muballigh tidak hanya berperan dalam menyampaik...
Metro09 September 2026 19:20
HAN ke-42 di Sulsel: TP PKK Dorong Ketahanan Keluarga untuk Wujudkan Lingkungan Ramah Anak
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan...
Parlemen09 September 2026 19:11
Ketua Fraksi Nasdem: Pertamina Jamin  Kuota BBM Subsidi Sulsel Aman, 16 SPBU Buka 24 jam 
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sulawesi Selatan M Sadar ikut melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus kunjungan ke PT P...