TROTOAR.ID, MAKASSAR — Bupati Bulukumba, A.M. Sukri A. Sappewali terus memperjuangkan nasib para tenaga honorer K2 yang bertugas di Pemkab Bulukumba. Bahkan saat menghadiri undangan Presiden Joko Widodo, Bupati dua periode ini menyampaikan harapannya tersebut langsung kepada Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengungkapkan agar pemerintah pusat bisa lebih memprioritaskan K2 dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018, serta dirinya juga mendorong percepatan pembangunan bandar udara demi mendorong pertumbuhan ekonomi serta promosi wisata tanah air yang lebih berdampak signifikan pada peningkatan keuangan daerah dan kesejahteraan masyarakat Bulukumba.
“tadi saya sampaikan langsung kepada Bapak presiden, agar Penerimaan CPNS tahun ini untuk lebih memperhatikan nasib honorer K2, serta mendorong percepatan pembangunan Bandar Udara,” Pesan Sukri Sappewali.
Baca Juga :
Sukri mengaku hal itu diungkapkan di depan Presiden dan 32 kepala daerah setingkat Bupati dan Wali Kota yang ikut hadir dalam pertemuan yang di gelar di Istana Kepresidenan Bogor Selasa (31/7/2018).

Lanjutnya, Bupati Bulukumba mengaku jika apa yang menjadi usulannya, langsung direspon oleh Presiden Jokowi, dengan segera membicarakan hal tersebut bersama Menpan RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) agar para honorer yang berusia 35 tahun diberi peluang menjadi CPNS.
“Alhamdulillah tadi Bapak Presiden sudah memberi jawaban langsung, katanya nanti akan segera dibicarakan dengan Menpan RB dan honorer yang berusia 35 tahun keatas akan tetap diberi peluang khusus, kita tunggu saja kabarnya, semoga kabar baik,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga berharap kepada seluruh kepala daerah untuk meningkatkan kinerjanya dalam menghadapi situasi perekonomian yang tidak menentu dikarenakan persaingan ekonomi Barat Timur dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar menjadi salah satu dampak yang menjadi penekanan Presiden Jokowi.
Selain itu Jokowi juga berpesan agar kiranya para kepala daerah bisa bersinergi dalam membangun daerah, dan bukan malah bersaing dan menggunakan uang negara yang bukan sesuai peruntukannya.

“Para Bupati dan Wabup agar bersinergi dalam membangun daerahnya bukan bersaing, maraknya Bupati yang kena OTT oleh KPK agar betul-betul para Bupati jangan main-main dengan uang negara,” ujar Jokowi.



Komentar