
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, edukatif, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Peringatan HAN ke-42 resmi dibuka Gubernur Sulawesi Selatan, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Ny. Naoemi Octarina Sudirman, Rabu (9/9/2026).

Mengusung tema “Anak Hebat dari Sekarang, Emas di Masa Depan”, kegiatan tersebut menempatkan anak sebagai bagian penting dari pembangunan.
Pemenuhan hak anak, perlindungan, pendidikan, kesehatan, hingga ruang bagi anak untuk berekspresi menjadi bagian dari pesan utama peringatan HAN tahun ini.
Sekitar 1.000 anak dari berbagai jenjang pendidikan turut ambil bagian. Mereka berasal dari tingkat PAUD hingga SMA, termasuk anak-anak istimewa yang mendapat ruang dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Ketua Panitia HAN ke-42 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Fitri, mengatakan keterlibatan anak dari berbagai jenjang tersebut dirancang agar peringatan HAN benar-benar memberikan pengalaman yang positif dan bermakna bagi peserta.

“Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD sampai SMA. Setiap tingkatan terdiri dari sekitar 210 anak dan terdapat 40 anak istimewa, sehingga total peserta mencapai sekitar 1.000 anak,” ujar Fitri.
Panitia tidak hanya menghadirkan panggung seremonial. Sejumlah zona kegiatan disiapkan sebagai ruang bagi anak untuk belajar sekaligus menyalurkan kreativitas dan bakat mereka.
Mulai dari Zona Sehat, Zona Bermain, Zona Kreatif, Zona Berprestasi hingga Zona Edukasi, seluruhnya dirancang untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak. Kegiatan juga dilengkapi dengan Market Day dan Pojok Baca.
“Panitia telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan yang memberikan ruang kepada anak untuk belajar, bermain, berkarya, berkreasi, dan berprestasi,” jelas Fitri.
Rangkaian HAN ke-42 tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 September 2026. Setiap hari dirancang khusus untuk jenjang pendidikan berbeda agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan sesuai usia dan kebutuhan mereka.
Hari pertama diperuntukkan bagi anak jenjang PAUD, kemudian dilanjutkan dengan jenjang SD pada hari kedua. Hari ketiga diikuti anak-anak SMP dan hari terakhir diperuntukkan bagi jenjang SMA.
Sejumlah perlombaan turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Untuk jenjang PAUD, misalnya, anak-anak mengikuti lomba hafalan doa sehari-hari. Sementara siswa SD mengikuti lomba tahfiz Al-Qur’an.
Pada jenjang SMP, kreativitas dan kemampuan komunikasi anak diasah melalui lomba pidato bahasa Arab dan bahasa Inggris. Sedangkan siswa SMA mengikuti lomba cermat.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa peringatan HAN tidak semata berbicara mengenai perlindungan anak, tetapi juga bagaimana menyediakan ruang agar anak dapat berkembang sesuai potensi masing-masing.
Di sinilah peran keluarga menjadi penting. Lingkungan pertama yang membentuk karakter anak bukan hanya sekolah, tetapi juga keluarga.
Ketahanan keluarga menjadi fondasi untuk memastikan anak tumbuh dalam suasana yang aman, mendapat perhatian, sekaligus memiliki ruang untuk berkembang.
Kehadiran Gubernur Sulawesi Selatan bersama Ketua TP PKK Sulsel dalam pembukaan HAN ke-42 menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya membangun ekosistem yang lebih ramah anak di Sulawesi Selatan.
Mewujudkan daerah ramah anak juga tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan ruang tumbuh yang aman dan sehat.
Semangat tersebut menjadi semakin penting di tengah tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini. Anak tidak hanya membutuhkan pendidikan yang baik, tetapi juga perlindungan, pendampingan keluarga, ruang bermain, akses informasi yang sehat serta kesempatan untuk mengembangkan kreativitas.
Melalui tema “Anak Hebat dari Sekarang, Emas di Masa Depan”, HAN ke-42 di Sulsel diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa investasi terbesar pembangunan adalah menyiapkan generasi yang akan meneruskan masa depan daerah.
Anak-anak Sulawesi Selatan bukan sekadar penerima manfaat pembangunan. Mereka adalah generasi yang kelak menentukan wajah Sulsel di masa depan.
Karena itu, memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, kreatif, berkarakter dan terlindungi merupakan tanggung jawab bersama.
Penguatan keluarga pun menjadi salah satu kunci. Ketika keluarga kuat, anak memiliki fondasi yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang.
Dari keluarga yang sehat pula diharapkan lahir generasi yang percaya diri, berprestasi dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat HAN ke-42, Sulawesi Selatan didorong untuk terus membangun ekosistem yang menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai bagian penting dari setiap kebijakan dan program pembangunan.


Komentar