TROTOAR.ID, GOWA – Wilayah samata saat ini adalah salah satu wilayah padat kendaraan di Kabupaten Gowa. Perpindahan kampus UIN Alauddin dari Jalan Sultan Alauddin Makassar ke Samata adalah salah satu hal yang menandai semakin meningkatnya volume aktivitas kendaraan di wilayah tersebut.
Namun beberapa tahun terakhir, di balik pengembangan kawasan perkotaan yang signifikan tersebut diciderai dengan maraknya kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) dan kasus begal.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris HMI Komisariat Syariah dan Hukum Cabang Gowa Raya, Suwandi (30/8/2018). Pihaknya menganggap belakangan ini wilayah samata rawan kasus begal dan lakalantas meningkat tajam sehingga perlu perhatian serius dari instansi terkait.
Baca Juga :
“Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi, diantaranya adalah infrastruktur penunjang keselamatan dan ketertiban berkendara seperti lampu jalan dan rambu lalu lintas yang masih sangat minim. Sementara, untuk kasus begal selain butuh pengawasan yang super ketat, juga semestinya ada pos penjagaan kepolisian di sekitar kampus UIN Alauddin Makassar” ungkapnya.
Suwandi berharap instansi terkait berperan aktif menyelesaikan permasalahan tersebut dengan membuat regulasi khusus yang dirumuskan oleh Dishub dan Kepolisian bersama DPRD, utamanya regulasi yang mengatur aktivitas kendaraan proyek di wilayah Samata.
“Pada banyak kasus, lakalantas melibatkan kendaraan proyek. sementara, begal rentan terjadi di tempat minim penerangan dan penjagaan. Jadi sy fikir cukup jelas apa yang harus di perhatikan institusi terkait demi terwujudnya Kamtibmas” tutupnya.




Komentar