TROTOAR.ID, PALU — Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said mengaku siap mundur dari jabatannya jika dianggap pemerintah lambang dalam penanganan pasca gempa dan tsunami yang menerjang kota Palu
Hal itu disampaikan Sigit Purnomo alias Pasha Ungu saat hadir di Kantor DPRD untuk menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), namun kehadirannya ditolak atas kesepakatan Dewan Kota (Dekot) Palu. Kedatangnya untuk membahas perkembangan upaya penanganan bencana.
“Saya siap mundur, jika kami ditolak di di DPRD untuk RDP dan kami akui pasca gempa hingga hari keempat Kota Palu lumpuh total,” ungkapnya.
Baca Juga :
Bahkan katanya Pemda juga tidak bisa melayani secara total masyarakat kota Palu pasca gempa dan tsunami yang memporak porandakan Paku dan sekitarnya pada akhir September kemarin
“Pemda memiliki keterbatasan dan ketidak mampuan melayani secara keseluruhan masyarakat Kota Palu yang berpenduduk mencapai 400 ribu jiwa lebih pasca terjadinya bencana,” kata Pasha di Kantor DPRD Kota Palu, Rabu (17/10/2018)
Hingga saat ini, pada hari ke 19 pascagempa, pihak BNPB mencatat korban jiwa yang ditemukan adalah 2.074 orang. (**)




Komentar