DPRD Sulsel

DPRD Soroti Penyaluran Bantuan Kesra, Minta Pemprov Sulsel Perkuat Transparansi dan Keadilan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 13 Mei 2026 19:35

DPRD Soroti Penyaluran Bantuan Kesra, Minta Pemprov Sulsel Perkuat Transparansi dan Keadilan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyoroti mekanisme penyaluran bantuan yang dikelola Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang dinilai masih perlu diperkuat dari sisi transparansi, akuntabilitas, dan keadilan distribusi.

Sorotan tersebut mencakup berbagai jenis bantuan, mulai dari beasiswa, bantuan pembangunan, hingga bantuan rumah ibadah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Panitia Khusus/Panitia Kerja DPRD mencermati bahwa sistem penyaluran bantuan saat ini belum sepenuhnya berbasis kriteria yang jelas dan terukur.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan ketimpangan distribusi bantuan serta membuka ruang ketidakadilan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Andi Hadi Tekankan Pentingnya Perda Kepemudaan

DPRD menegaskan bahwa setiap program bantuan pemerintah harus dilaksanakan dengan prinsip keterbukaan dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

“Oleh karena itu, diperlukan sistem yang lebih transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” demikian salah satu poin rekomendasi DPRD.

Legislatif juga mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menyusun mekanisme yang lebih jelas dalam proses verifikasi dan penetapan penerima bantuan.

Selain itu, proses publikasi penerima bantuan dinilai penting untuk memastikan masyarakat dapat mengakses informasi secara terbuka.

Baca Juga  Kemendagri Minta Revisi Usulan 3 Pansus Insiatif DPRD Sulsel

Langkah ini diyakini dapat meminimalkan potensi penyimpangan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Dalam temuan DPRD, masih terdapat sejumlah program bantuan, khususnya beasiswa, yang tidak tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.

Akibatnya, banyak calon penerima yang sebenarnya memenuhi kriteria justru tidak mendapatkan akses terhadap program tersebut.

Selain itu, DPRD juga menyoroti adanya indikasi penyaluran bantuan yang tidak sepenuhnya didasarkan pada kuantitas dan kebutuhan objektif.

Dalam beberapa kasus, terdapat pengaruh faktor non-teknis yang menyebabkan distribusi bantuan menjadi tidak merata.

Baca Juga  Prof. Dr. Apiaty K. Amin Syam Dilantik sebagai PAW Anggota DPRD Makassar

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial serta mengurangi efektivitas program bantuan itu sendiri.

DPRD pun menegaskan pentingnya penguatan prinsip keadilan sosial dalam setiap kebijakan penyaluran bantuan pemerintah.

Ke depan, Pemprov Sulsel diharapkan mampu memastikan bahwa seluruh bantuan benar-benar tepat sasaran, berbasis kebutuhan, dan menjangkau masyarakat secara merata.

Rekomendasi ini diharapkan menjadi langkah perbaikan dalam tata kelola bantuan sosial, sekaligus memperkuat akuntabilitas pengelolaan APBD di Provinsi Sulawesi Selatan. (*)

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 November 2026 19:13
PKB Desak Kasus Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas, Syamsul Rizal Dorong Forensik Digital
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak aparat terkait mengusut tuntas dugaan penyadapan yang disebut menyasar sejumlah toko...
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 17:24
Makassar Raih Terbaik I Nasional Program KB 2026, Enam Inovasi DPPKB Jadi Penentu
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, M...
Metro05 November 2026 16:21
Penyintas Kanker Berbagi Pengalaman, TP PKK Makassar Perkuat Edukasi Deteksi Dini Penyakit
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dibangun ketika tubuh mulai merasakan sakit. Pemeriksaan sejak dini menjadi lan...