SIDRAP, TROTOAR.ID — Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang terus diperkuat melalui pendekatan berbasis komunitas. Salah satunya melalui kehadiran Rumah Gizi Melati di Kelurahan Toddang Pulu, Kecamatan Tellu Limpoe.
Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, memberikan apresiasi atas peran strategis fasilitas tersebut sebagai pusat edukasi dan pelayanan gizi masyarakat.
Apresiasi itu disampaikan saat kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan protein hewani kepada warga setempat, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga :
Dalam kunjungannya, Nurkanaah menegaskan bahwa keberadaan Rumah Gizi Melati memiliki peran krusial dalam membangun pemahaman masyarakat, khususnya orang tua, terkait pola asuh dan pemenuhan nutrisi anak.
Menurutnya, edukasi gizi yang tepat menjadi kunci dalam mencegah stunting sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan.
“Kita ingin memastikan anak-anak Sidrap tumbuh sehat dan cerdas. Pemenuhan gizi harus dimulai sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun,” ujarnya.
Sebagai bentuk kampanye sederhana namun berdampak, Nurkanaah juga membagikan telur kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak.
Ia menjelaskan bahwa telur merupakan sumber protein hewani yang mudah dijangkau masyarakat dan memiliki nilai gizi tinggi untuk mendukung pertumbuhan anak.
Langkah ini sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka tengkes (stunting) di wilayah tersebut.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Syahrul Mubarak, serta Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Hj. Mu’minah.
Hadir pula unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta jajaran Tim Penggerak PKK yang selama ini aktif dalam program pemberdayaan keluarga dan kesehatan masyarakat.
Rumah Gizi Melati kini diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan, tetapi juga motor penggerak edukasi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga dengan balita.
Melalui pendekatan ini, pemerintah daerah menargetkan terbangunnya kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang.
Pemerintah Kabupaten Sidrap sendiri terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani stunting, termasuk melalui optimalisasi pusat-pusat layanan gizi di tingkat kelurahan dan desa.
Strategi ini dinilai sebagai langkah jangka panjang untuk memastikan intervensi gizi berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
Dengan penguatan edukasi dan pelayanan di tingkat akar rumput, Pemkab Sidrap optimistis mampu menekan prevalensi stunting sekaligus menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas menuju visi Indonesia Emas 2045. (*)




Komentar