Polisi dan Tentara Mengamuk Minta Tunjangan Rp1,5 Juta di Bayarkan

Suriadi
Suriadi

Selasa, 20 November 2018 14:18

TROTOAR.ID -- Sehari seteah penutupaj KKT APEC yang di gelar di Papua Nugini, ratusan tim pengamanan yang berasal dari Polisi dan Tentara mENgamuk, lantaran honor pengamanan terhadap mereka belum di bayarkan.
TROTOAR.ID -- Sehari seteah penutupaj KKT APEC yang di gelar di Papua Nugini, ratusan tim pengamanan yang berasal dari Polisi dan Tentara mENgamuk, lantaran honor pengamanan terhadap mereka belum di bayarkan.
TROTOAR.ID — Sehari seteah penutupaj KKT APEC yang di gelar di Papua Nugini, ratusan tim pengamanan yang berasal dari Polisi dan Tentara mengamuk, lantaran honor pengamanan terhadap mereka belum di bayarkan.

Mereka mengamuk dengan merusak sejumlah fasilitas di gedung Parlemen yang berada di ibu kota Port Moresby, pasalnya Parlemen menjanjikan akan mencairkan uang tunjangan mereka sehari setelah KTT APEC Berakhir.

Para Polisi dan tentara yang mengamuk tersebut menagih janji pihak parlemen terkait pemberian bonus sebesar 350 Kina atau setara Rp 1,5 juta kepada seriap petugas keamanan yang menjaga proses pelaksaaan APEC KTT APEC.

Juru bicara Kepolisian Papua Nugini Dominic Kakas. membenarkan kabar aksi protes para anggita POlisi dan tentara papua nugini, dia mengatakan dalaminsiden tersebut tidak adan yang dinyatakan terluka

“Sekelompok polisi dan tentara berada di luar gedung parlemen dan meminta tunjangan mereka,” sebut Kakas seperti dikutip dari AFP, Selasa (20/11).

Kakas mengatakan, aksi protes yang dilakukan personil kepolisian dan tentara akan segera berakhir dan tidak akan membesar hingga kesejumlah wilayah sebab, persoalan tersebut sudah diurus oleh pihak yang memegang kewenangan.

Menurut seorang saksi mata yang ada di luar gedung, tentara dan polisi yang ikut protes berjumlah ratusan.

“Keadaan di luar gedung parlemen mencekam. Saya melihat puluhan mobil polisi dan militer, mereka memblokir beberapa ruas jalan,” ucap seorang saksi mata.

diketahu sendiri Papua Nugini swlaku tuan rumah penyelngaraan KTT APEC ini dituding menghamburkan anggaran dengan membuat KTT tersebut semewah mungkin, bahkan barang yang tak perlu dibeli seperti 40 mobil Maserati dan kapal feri mewah terpampang jelas di KTT itu.

Beberapa kelompok masyarakat Papua Nugini menunjukkan kemarahannya atas tindakan pemerintannya. Sebab, penghamburan anggaran dilakukan saat Papua Nugini berhadapan dengan menyebarnya wabah kolera dan malaria serta banyaknya guru yang tak dibayar gajinya.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik20 Agustus 2026 16:09
Golkar Sulsel Bidik Tambahan Kursi, IAS Cuma Gerindra Yang “Direkeng”
MAKASSAR, Trotoar.id — Persaingan antarpartai politik menuju Pemilu 2029 mulai terasa semakin ketat.  Meski tahapan pemilu masih cukup panjang, sej...
Metro19 Agustus 2026 16:26
Aliyah Mustika Ilham Dukung EIRC 2026, Ajang Roller Skate Nasional Bakal Hadirkan Ratusan Atlet Muda di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id— Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memberikan dukungan terhadap rencana pelaksanaan Easter Indonesia Roller Champ...
Daerah19 Agustus 2026 16:02
Pastikan Tepat Sasaran, Pemkab Barru Perkuat Akurasi Data Penerima Bantuan Beras
Barru, Trotoar.id — Di tengah upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dan melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi, ketepatan sasaran bantuan me...
Daerah19 Agustus 2026 15:51
Bupati Luwu Turun ke Sawah, 3.025 Hektare Lahan Terdampak Kekeringan Ditangani dengan Pompa Air
LUWU, Trotoar.id — Kekeringan mulai menguji ketahanan sektor pertanian di Kabupaten Luwu. Di tengah ancaman berkurangnya pasokan air untuk persawaha...