TROTOAR.ID, MAKASSAR — Wakil Bupati Kabupaten Enrekang Asman AS mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku pembekalan sadis terhadap salah satu mahasiswa asal kabupaten Enrekang.
Hal tersebut disampaikan Asman usia menjeguk korban begal sadis yang harus kehilangan telapak tangannya di RS Awal Bros siang tadi.
“Atas nama pemerintah kabupaten Enrekang kami mendesak polisi segera menangkap pelaku begal sadis tersebut, dan kami juga turut prihatin atas kejadian yang menimpa mahasiswa asal Enrekang,” Ungkap Asman AS Wakil Bupati Enrekang.
Baca Juga :
Asman mengaku jika mendoakan kesembuhan Imran korban begal sadis di Makassar untuk cepat sembuh dan dapat melaksanakan aktivitasnya kembali sebagai salah seorang mahasiswa.
Meaki demikian Wakil Bupati Enrekang juga berharap agar para mahasiswa asal kabupaten Enrekang yang tergabung dalam Himpunan Pelajaran Mahasiswa Massenrempulu (HPMM) untuk menguatkan rasa kekeluargaan demi menjaga satu sama lain.
“Para mahasiswa kabupaten Enrekang yang tergabung di HPMM harus terus saling menjaga satu sama lain, saling mengingatkan satu sama sama lain dari hal-hal yang tidak diinginkan termasuk persoalan hukum dan pergaulan bebas,” sebutnya.
Dihadapan keluarga Imran, wakil bupati Enrekang itu juga menjamin biaya perawatan Imran selama dalam perawatan medis hingga sembuh total, dan biayanya juga akan ditanggung Pemda Enrekang sehingga pihak keluarga di harap tidak cepat-cepat mengeluarkan Imran dari Rumah sakit cuma karena biaya
“Saya sampaikan ke kelurganya bahwa jangan kasih keluar dari rumah sakit hanya karena biayanya. Saya sudah ketemu bendahara rumah sakit untuk jaminkan bahwa imran biar tetap di rawat di awal bros sampai betul-betul pulih total kesehatannya. Dan pembiayaannya saya sudah koordinasiakan ke baznas Enrekang untuk di bantu,” pungkasnya.
Imran tercatat sebagai salah satu mahasiswa di perguruan tinggi swasta di kota Makassar. (*)



Komentar