TROTOAR.ID — Juru Bicara Jokowi-Ma’Ruf Amin Deddy Mizwar hadir di gedung Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memenuhi panggilan sebagai saksi oleh penyidik lembaga anti rasua.

Pemanggilan Deddy Mizwar sebagai saksi terkait dugaan korupsi aliran dana atas rencana revisi perda tata ruang proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat
Meski demikian Deddy Mizwar mengaku jika sejak awal proyek Meikarta memang memiliki persoalan dan bermasalah dan telah disampaikan hal ini
Baca Juga :
“Sejak awal kan saya yang mengatakan ada yang kurang beres dalam masalah rencana pembangunan Meikarta,” kata Deddy di gedung KPK, Jakarta, Rabu 12 Desember 2018 seperti dilansir oleh Viva

Pemeran jendral Naga Bonar dalam film Naga Bonar mengungkapkan sejumlah masalah yang ada dalam proyek Meikarta.
mengungkapkan masalah dalam proyek Meikarta.
“Karena itu di kawasan strategis provinsi yang harus mendapatkan rekomendasi dari provinsi, yang menyangkut tata ruang,” ujarnya.
Bahkan dalam pembahasan Perda tersebut dia mengaku sering menyuarakan ketidak beresan dalam proyek Meikarta, karena dirinya mantan wakil gubernur Jawa Barat. Untuk itu, wajar bila dirinya dipanggil oleh KPK sebagai saksi.
“Sekarang ini wajar kalau KPK minta keterangan saya. Saya ikuti semua proses rekomendasi. Bukan yang di kabupaten ya, tapi provinsi. Karena setiap kawasan strategis provinsi atau KSP harus ada rekomendasi dari provinsi. Begitu dipromosikan (Meikarta), saya katakan ini apa,” katanya.

Diketahui dalam kasus Meikarta KPK telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka, salahbsatunya adalah Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin serta Direktur Operasi Lippo Group Billy Sindoro. Kemudian, konsultan Lippo yaitu Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo, Henry Jasmen.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bekasi, Jamaludin, Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat MBJ Nahar, Kadis DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati, serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi.



Komentar