Andi Sudirman Kecam Diskriminasi Muslim Uighur di Cina

Suriadi
Suriadi

Kamis, 20 Desember 2018 21:03

Wakil Gubernur SUlsel Andi Sudirman Sulaiman
Wakil Gubernur SUlsel Andi Sudirman Sulaiman
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mengecam tindakan diskriminasi terhadap kaum muslim Uighur, di Cina. Diskriminasi beberapa tahun terakhir terus dialami oleh muslim Uighur, di Provinsi Xinjiang.

Kecaman tersebut ditujukan kepada pihak keamanan dan otoritas Pemerintah China.
Menurut Andi Sudirman, tindakan Pemerintah Cina selama ini dianggap berlebihan. Mereka memberlakukan berbagai bentuk diskriminasi, seperti larangan melaksanakan kebebasan beribadah kepada kaum muslim Uighur, terutama melaksanakan sholat berjamaah sebagai kewajiban utama dan beberapa kegiatan lainnya.

Baca Juga  Nonton Asian Games, Wakil Ketua KPK Diusir Panitia

Dirangkum dari berbagai sumber pemberitaan, Otoritas Cina di Provinsi Xinjiang saat ini terus melakukan penahanan massal dengan sewenang-wenang terhadap suku Uighur dan muslim lainnya, di Xinjiang sejak tahun 2014 lalu. Terakhir, aksi diskriminatif ini dilakukan dengan melakukan kampanye anti produk halal, pada Senin, 8 Desember 2018, di Ibu Kota Xinjiang, Urumqi.

Selain adanya kampanye anti produk halal, otoritas setempat juga telah mengesahkan peraturan anti extremisme di Xinjiang. Peraturan tersebut berisi aturan bahwa warga Uighur akan dikirim ke tempat yang disebut dengan Pusat Pelatihan Kejuruan, untuk dididik dan mengubah orang-orang yang telah terpapar extremisme.

Baca Juga  Wagub Sulsel Resmikan Rumah Layak Huni AMCF

Padahal, extrimisme lahir ketika kebebasan beribadah dikekang dan dilarang, terutama pada area yang merupakan kewajiban terhadap kepercayaanya.

Andi Sudirman berharap, pihak Otoritas Pemerintah Cina di Provinsi Xinjiang menghentikan penggunaan kekerasan dan segala bentuk diskriminasi terhadap Muslim Uighur dan warga muslim lainnya. Jika Otoritas Pemerintah Cina berniat untuk mengantisipasi berkembangnya ajaran radikal atau extrimisme, sebaiknya melakukan pendekatan persuasif terhadap kaum muslim di egara tersebut, tanpa melakukan pelarangan dan pengekangan terhadap kebebasan beribadah, khususnya bagi warga muslim setempat.

Baca Juga  Soal Kebakaran Lapas di Tangerang, Komisi III Supriansa: Perlu Digitalisasi Kunci Kamar Agar Bisa Dikontrol Sistem

“Mereka bisa mencontoh bagaimana Indonesia memperlakukan suku agama minoritas Kristen, Hindu dan Budha,” pungkasnya. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 Oktober 2026 22:32
Golkar Sulsel Konsolidasikan Kekuatan di Malino, IAS Tekankan Soliditas dan Kesatuan Gerak
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memperkuat fondasi organisasi di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).  Mela...
Parlemen30 Oktober 2026 19:20
Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Saatnya Bangkit dari Kejayaan Masa Lalu
MAKASSAR, Trotoar.id — Sepak takraw Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Di bawah kepemimpinan Sufriadi Arif, Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PST...
Politik30 Oktober 2026 16:24
Jelang Musda 3 November, Hastan Mattanete Masuk Bursa Ketua Golkar Pinrang
PINRANG, Trotoar.id — Perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang mulai memasuki fase krusial. Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ...
Politik30 Oktober 2026 14:12
Jelang HUT NasDem, Kader DPW dan GPND Sulsel Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai NasDem, kader Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan ...