TROTOAR.ID, JENEPONTO — Banjir yang menerpa kabupaten Jeneponto selasa lalu, mengakibatkan sebanyak 10 orang dinyatakan meninggal dunia dan 100 orang lainnya dinyantakan hilang serta ratusan juta kerugian yang dialami warga Kabupaten Jeneponto.
Bahkan sejumlah pemukiman warga poraporanda dihantam banjir yang mengakibatkan Kabupaten Yang di kenala dengan julukan turatea tersebut lumpuh total selaam 24 jam lamanya.
Berdasarkan data dari BPBD kabupaten Jeneponto, menyebutkan korban meninggal dunia saat ini telah di makamkan oleh keluarga korban, dan korban yan hilang masih dalam oencarian oleh tim BPBD bersama TNI dan Polri.
Baca Juga :
“Berdasarkan data sudah ada 10 orang meninggal dunia akibat banjir dan telah kembalikan ke pihak keluarga dan 100 orang dinyatakan hilang,” kata Kepala BPBD Jeneponto, Anwaruddin.
Untuk warga yang dinyatakan hilang, akibat banjir, kata Anwaruddin, masih terus dicari, dan pihaknya juga masih mencari warga yang dinyatakan hilang tersebeut.
“Kita masih melakukan pendataan lagi yang terkena dampak. Selain itu kami juga sangat terbatas dengan perahu karet untuk melakukan pencarian korban,” kata Anwaruddin.
Banjir yang melumpuhkan kabupaten Jeneponto tersbeut, selain menelang korban jiwa, BPBD juga mencatat sebanyak 52 rumah hanyut dan 38 rusak berat, termasuk sejumlah infrastruktur umum, dan akses jalan putus yang menghungungkan desa dan kecamatan.
Bahkan lanjutnya, untuk emnhuka akses jalan, pemda kabupaten Jeneponto menerjungkan dua excavator untuk menyingkirkan puing-puing kayu yang di bawa oleh arus banjir yang paling besar sepanjang Kabupaten Jeneponto.
Sebelumnya atas peristiwa ttersebut, Pemda Kabupaten jeneponto, menetapkan Banir yang melanda sebagian besar wilayah di jeneponto sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB)
“Ini sudah kejadian luar biasa, dan kami sudah menetapkan banjir yang melanda Jeneponto sebagai KLB,” Ungka Iksan Iskandar Bupati Jeneponto




Komentar