Gubernur Sulsel Sebut Kerugian Akibat Banjir Diperkirakan Mencapai Rp500 M

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Selasa, 29 Januari 2019 01:52

Gubernur Sulsel Sebut Kerugian Akibat Banjir Diperkirakan Mencapai Rp500 M

TROTOAR.ID, PAREPARE — Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyebutkan sedikitnya 68 orang dinyatakan meninggal dunia akibat banjir yang melanda sebagian wilayah di Sulsel, selain korban jiwa, banjir juga mengakibatkan kerugian materi sebesar Rp 500 miliar.

Hal tersebut disampaikan Nurdin Abdullah usai menghadiri acara ramah tamah dan pelantikan pengurus Ikatan Alumni SMP Negeri 4 Parepare, di Lapadde, Parepare.

“Akibat banjir sedikitnya 68 warga meninggal dunia adanya kerugian materi yang dia main warga mencapai Rp500 miliar, ” ungkap Nurdin Abdullah.

Kerugian materi lnjut mantan Bupati Bantaeng dua , terjadi di wilayah Makassar, Gowa, Jeneponto, Maros, Pangkep dan Barru, mencapai Rp500 Miliar. Termasuk rumah dan sawah yang rusak diterjang banjir,” ujar suami Liestiaty Fachruddin.

Bahkan menurutnya, banjir besar yang melanda beberapa daerah di Sulawesi Selatan, diakibatkan $ikarenakan kerusakan alam yang terus terjadi di wilayah hulu sungai yang harus segera dilakukan pperbaika.

Lanjut Nurdin, pemerintah pusat juga menekankan agar segera dilakukan revitalisasi dan swntimentasi sungai yang masuk ke Cek Dam Bili-bili Gowa, harus terukur.

“Sebab, daerah aliran sungai Jeneberang memang sudah masuk kategori super kritis. Karena itu, tidak ada gunanya dilakukan pengerukan di cek dam jika di hulunya tidak ditangani dengan baik,” tandas alumni Universitas Kyushu Jepang ini.

Wapres juga meminta untuk segera dilakukan langkah-langkah untuk melakukan pemulihan pascabayar banjir yang merendam sejumlah wilayah di Sulsel

Gubernur Sulsel juga menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap aktivitas tambang galian C di sepanjang Sungai Jeneberang.

“Ini harus dievaluasi, sejauh mana dampak aktivitas tambang galian C tersebut dengan terjadinya pendangkalan sungai,” kata Nurdin Abdullah.

Gubernur Sulsel menyebutkan, hingga saat ini, tercatat 68 orang meninggal dunia akibat banjir besar tersebut. “Tujuh orang masih dinyatakan hilang, sedangkan pengungsi masih berkisar enam ribu orang. Namun saat ini, pengungsi sudah mulai berangsur pulang ke rumahnya masing-masing karena air sudah mulai surut,” urai Guru Besar Unhas ini. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 Mei 2026 21:53
Pelantikan Ketua KNPI Sulsel Dihiasi Dukungan Tokoh Nasional dan Daerah
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 m...
Daerah05 Mei 2026 18:09
Evaluasi PAD Triwulan I, Syaharuddin Alrif Instruksikan OPD Akselerasi Penggunaan QRIS
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pendapatan un...
Politik05 Mei 2026 17:47
Tiga Ketua Umum KNPI Resmi Lantik Vonny Ameliani Pimpin KNPI Sulsel 2026–2029
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan periode 2026–20...
Metro05 Mei 2026 17:11
Pemprov Sulsel Perkuat Integrasi Pengelolaan SDA Jeneberang, Sidang TKPSDA Bahas Sistem Informasi dan Kolaborasi Nasional
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui Sidang Tim Koordinasi Pen...