Cegah DBD, Dinkes Bantaeng Aktifkan Kader Jumantik

Suriadi
Suriadi

Kamis, 07 Februari 2019 21:24

Cegah DBD, Dinkes Bantaeng Aktifkan Kader Jumantik

TROTOAR.ID, BANTAENG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantaeng mengintruksikan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk melakukan pencegahan penyakit DBD. Upaya ini dilakukan secara menyeluruh untuk menekan kasus DBD di Bantaeng.

Kadis Kesehatan bantaeng, Andi Ihsan menjelaskan, pihaknya telah menyurati semua puskesmas di Bantaeng untuk upaya pencegahan penyakit DBD.

“Untuk upaya pencegahan penyakit DBD, kami telah menyurati semua puskesmas untuk berperan aktif melakukan upaya pencegahan di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, ada delapan poin yang diinstruksikan kepada Puskesmas yakni upaya promosi dan penyuluhan tentang 3M plus kepada masyarakat.

3M plus tersebut adalah menimbun barang bekas sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk, menguras tempat penampungan air minimal dua kali sepekan.

Menutup tempat penampungan air, menyediakan tempat penampungan sampah di sekitar rumah tangga, menggunakan kelambu, obat nyamuk atau lotion anti nyamuk.

“Selain itu kami juga meminta agar mereka rutin bekerja bakti untuk membersihkan tempat perlindungan nyamuk,” tambahnya.

Juga berupa peningkatan kewaspadaan dini peningkatan penyakit DBD, seperti Ewars, laporan mingguan, surveilance aktif dan melaporkan kasus yang terjadi kurang dari 1×24 jam.

Mengaktifkan kader Jumantik untuk melakukan survey jentik dan pemantauan jentik berkala, serta mengaktifkan gerakan satu rumah satu Jumantik, untuk pemeriksaan jentik.

“Pemberian Abate secara berkala kepada masyarakat, serta penyelidikan epidemiologi (PE) pada daerah kasus DBD sebelum dilakukan fogging,” tuturnya.

Koordinasi lintas sektor untuk menyebarluaskan informasi tentang pencegahan DBD juga diperlukan untuk suksesnya program tersebut.

Seperti diketahui, angka kasus penyakit DBD di Bantaeng terus mengalami penurunan dari segi jumlah.

Untuk tahun 2017 terdapat 198 kasus DBD, mengalami penurunan pada 2018 yang hanya 86 kasus DBD.

Untuk bulan Januari 2019 terdapat 11 kasus DBD. Juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kasus pada Januari 2018 yang berjumlah 22 kasus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bantaeng, Armansyah menjelaskan bahwa jumlah kasus DBD pada 2018 itu tersebar pada lima kecamatan di Bantaeng.

Kasus terbanyak terdapat pada wilayah Kecamatan Tompobulu, tepatnya pada wilayah kerja Puskesmas Banyorang.

“Dari total kasus yang ada, wilayah kerja Puskesmas Banyorang yang paling banyak kasus DBD. Jumlahnya 36 kasus, terdiri dari 22 laki-laki dan 14 perempuan,” ujarnya kepada TribunBantaeng.com, Kamis (7/2/2019).

Kemudian Puskesmas Bissappu sebanyak 15 kasus. Puskesmas Bissappu 10 dan Puskesmas Campagaloe 5 kasus.

“Untuk Kecamatan Pajukukang yaitu di Puskesmas Baruga ada 3 kasus dan paling sedikit di Kecamatan Gantarangkeke. Tepatnya di Puskesmas Dampang 2 kasus,” jelasnya.

Sementara itu, ada enam Puskesmas yang wilayahnya tidak terdampak kasus DBD, kelimanya adalah Puskesmas Moti, Kassi-Kass(Rls)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro25 Agustus 2026 19:28
Appi Geram Data Iuran Sampah Tak Seragam, Camat-Lurah Diminta Cek Rumah Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan ultimatum kepada seluruh camat untuk segera membenahi data penerima program...
Metro25 Agustus 2026 10:23
Wali Kota Appi Sapa Warga Pulau Lanjukang hingga Aksi Hijau di CPI Bersama Kepala BKN dan Wagub Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id — Hari libur tak membuat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghentikan aktivitasnya. Sejak pagi hingga sore, Appi, sapaan...
Nasional25 Agustus 2026 06:25
Dari 33 Jadi 117 Kafilah, MTQ VIII KORPRI Pulang Kampung ke Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 resmi dibuka di Lapangan...
Metro25 Agustus 2026 05:01
MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 Resmi Dibuka Menag, Gubernur Sulsel Sambut Kafilah se-Indonesia
MAKASSAR, Trotoar.id — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 resmi dibuka Menteri ...