
MAKASSAR, Trotoar.id — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 resmi dibuka di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (24/8/2026) malam.
Pembukaan ajang dua tahunan tersebut menjadi momentum bersejarah karena Makassar kembali menjadi tuan rumah setelah menjadi lokasi pertama penyelenggaraan MTQ KORPRI pada 2012.
Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional (DPKN) yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, menyebut kembalinya MTQ KORPRI ke Makassar sebagai momentum “pulang kampung”.

Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, serta Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang turut menjadi lokasi pelaksanaan sejumlah cabang lomba.
“Saya ingin bernostalgia, 2012 MTQ pertama kali yang diselenggarakan oleh KORPRI itu dilakukan di kota ini, di Kota Makassar tahun 2012. Dan hari ini MTQ pulang kampung,” ujar Zudan dalam sambutannya.
Zudan mengatakan, MTQ KORPRI mengalami perkembangan signifikan sejak pertama kali digelar. Pada 2012, ajang tersebut hanya diikuti 33 kafilah.
Sementara pada penyelenggaraan 2026, jumlahnya meningkat menjadi 117 kafilah yang berasal dari 38 provinsi serta kementerian dan lembaga, dengan total peserta dan official mencapai lebih dari 1.000 orang.

“MTQ pertama diikuti oleh 33 kafilah dan hari ini naik empat kali lipat diikuti oleh 117 kafilah,” ungkapnya.
Menurut Zudan, peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya antusiasme ASN mengikuti kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan birokrasi.
Perkembangan MTQ KORPRI juga ditandai dengan bertambahnya cabang dan golongan yang diperlombakan. Selain tilawah dan hafalan Al-Qur’an, kini terdapat cabang doa, azan, khotbah, penulisan ilmiah, serta baca dan cipta puisi Islami.
“Saya berharap semakin ke depan akan semakin banyak cabang yang dilombakan sehingga partisipasi ASN terus meningkat,” kata Zudan.
Pada MTQ VIII KORPRI Nasional 2026, sejumlah perlombaan digelar di Makassar dan Pangkep. Makassar menjadi lokasi cabang hafalan Al-Qur’an, dakwah, tilawah, tartil, doa, khotbah Jumat, azan hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an.
Sementara Pangkep menjadi lokasi haflah tilawah, puisi Islami, hafalan hadis, serta berbagai cabang kaligrafi. Pembagian lokasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan potensi kedua daerah kepada peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
Zudan menilai kehadiran ribuan kafilah, official dan pendamping juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah penyelenggara.
Tingginya mobilitas peserta turut mendorong tingkat hunian hotel dan menggerakkan sektor perdagangan, kuliner, transportasi hingga pusat perbelanjaan.
“Terima kasih atas kehadirannya menggembirakan hati Pak Wali Kota Makassar dan Pak Bupati Pangkep karena hotel-hotel jadi penuh,” ujarnya.
Ia bahkan mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan berada di Makassar untuk menikmati berbagai fasilitas kota. Dengan nada bercanda, Zudan mengajak kafilah berbelanja selama berada di Makassar.
“Silakan berbelanja di sini, habiskan uang sakunya selama di Makassar,” katanya yang disambut suasana meriah peserta.
Di balik kemeriahan pembukaan, MTQ VIII KORPRI Nasional juga menjadi momentum perpisahan bagi Zudan dan jajaran pengurus DPKN KORPRI saat ini.
Zudan mengatakan kepengurusan yang telah berjalan selama 12 tahun akan memasuki fase regenerasi. Ia menyebut MTQ 2026 sebagai kesempatan terakhir bagi kepengurusan saat ini menyelenggarakan MTQ nasional.
“Dua tahun lagi akan diselenggarakan oleh pengurus yang baru, karena sudah saatnya kami melakukan regenerasi,” ujarnya.
Zudan berharap regenerasi kepemimpinan KORPRI dapat melanjutkan semangat membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di kalangan ASN.
Ia juga meminta seluruh kafilah berkompetisi secara sportif dan memberikan penampilan terbaik.
Menurutnya, MTQ KORPRI bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan bagian dari upaya memperkuat keimanan, ketakwaan, integritas dan pengabdian ASN.
“Biarlah Tuhan yang menentukan serta dewan hakim yang menentukan siapa juara umumnya,” katanya. Bagi Zudan, Makassar kini bukan hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga saksi perjalanan MTQ KORPRI yang berkembang dari 33 menjadi 117 kafilah sekaligus panggung regenerasi kepengurusan KORPRI nasional.


Komentar