TROTOAR.ID, MAKASSAR — Usai sudah pemeriksaan terhadap 15 camat se KOta Makassar yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawasu) Provinsi Sulawesi Selatan, perihal video dugaan dukungan kepada salah satu calon Presiden dan Wakil Presiden.
Dimana dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bawaslu, terkuat jika pengambilan gambar para camat tersebut bersama mantan gubernur Sulsel dilakukan nelum lama ini di salah satu tempat yang ada di kota Makassar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kuasa hukum camat se Kota Makassar Ahmad Riyanto. Ahmad Riyanto mengaku jika video yang beredar luas dimasyarakat tersebut bukanlah video sesungguhnya, sebab pada saat perekaman video tersebut terkait kampanye anti narkoba yang dilakukan para camat se Kota Makassar.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan para camat mengaku jika video yang beredar luas di media sosial tidak seperti sesungguhnya, dan pada saat pengambulan gambar berisi materi kampanye anti narkoba yag menjadi inisiatif para camat se Kota Makassar,” ungkap Ahmad Riyanto pemeriksaan yang dilakukan Bawaslu terhadao 15 camat Sekota Makassar malam tadi.
Ahmad Riyanto juga mengakui jika para camat se Kota Makassar juga dicecar pemeriksa kurang lebih 30 pertanyaan seputar video yang beredar luas di masyarakat, dan dilakukan belum barubaru ini disalah satu temapt yang saat ini belum ingin di ungkapkannya.
Bahkan menurut berdasarkan ketrangan para camat diberita acara pemeriksaan mengungkapkan video yang diambil merupakan testimoni para camat untuk kegiatan kampanye bebas narkoba, dan tidak ada penegasan camat satu pun yang menyatakan dukungan kepada salah satu calon presiden dan Wakil Presiden tertentu.
“Yang jelas itu bukan video sesungguhnya, rekaman yang dibuat baru baru ini cuma penegasan kampamnye bebas narkoba, dan bukan penegasan kampanye kepada salah satu calon presiden dan Wakil Presiden terstentu, seperti yang di isukan diluar,” Tambah Riyanto.
Sementara itu, kuasa hukum lainnya Adnan Buyung mengaku jika video yang beredar tersebut merupakan hasil editan yang dilakukan oleh oknum yang memiliki kreatifitas dan dengan sengaja menyudutkan para camat, seolah-olah para camat sekota Makassar memberikan dukungan kepada salahs atu calon presiden tertentu.
“Ini jelas video editan dan bentuk kreatifitas seseorang yang mencoba mengarahkan para camat memberikan dukungan kepada salah satu capres tertentu,”Ungkapnya
Meski diakuinya sebagai video editan, naman Adnan mengaku para camat se Kota Makassar sendiri tidak memiliki soft copy hasil rekaman yang dilaukan para camat dalam rangka kampanye anti narkoba di kalangan milenial.
Dan terkait adanya video Syahrul Yasin Limpo dalam frame gambar video yang beredar luas tersebut, Adnan mengaku jika itu tidak benar, sebab dalam pengambilan video tersebut cuma ada para camat, mungkin saja yang yang melakukan editan di video tersebut sedemikian rupa.
Sehingga pihaknya meminta kepada pihak bawaslu untuk Menelusuri kebenaran video tersebut termasuk siapa yang membuat dan menyebar luaskannya.
“Kita serahkan saja kepada Bawaslu untuk menelusuri video trersebut termasuk siapa yang membuat dan menyebarluaskannya,” pungkas Adnan




Komentar