Pemkot Makassar

Aliyah Mustika Ilham Usulkan Pembentukan Badan Aspirasi Masyarakat di DPRD

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 06 Juni 2026 19:26

Aliyah Mustika Ilham Usulkan Pembentukan Badan Aspirasi Masyarakat di DPRD

MAKASSAR, TROTOAR.ID— Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengusulkan pembentukan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) di tingkat DPRD provinsi maupun kabupaten/kota sebagai upaya memperkuat penyerapan dan tindak lanjut aspirasi warga.

Usulan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Seminar Kebangsaan bertajuk “Inklusivitas Pembangunan Daerah Berkelanjutan yang Berbasis Lokal” yang digelar di Makassar, Sabtu (6/6/2026).

Dalam pemaparannya, Aliyah menegaskan pentingnya mempererat hubungan antara masyarakat dan lembaga legislatif daerah.

Menurutnya, aspirasi warga tidak boleh hanya menjadi perhatian menjelang pemilu, tetapi harus terus diperjuangkan dalam proses pembangunan.

“Di DPR RI terdapat Badan Aspirasi Masyarakat sebagai ruang penyaluran masukan dari masyarakat. Model ini layak diterapkan di tingkat daerah agar aspirasi warga dapat terakomodasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menilai, masyarakat membutuhkan saluran yang lebih terstruktur agar berbagai persoalan di lingkungan dapat tersampaikan dan mendapatkan tindak lanjut yang jelas dari DPRD.

Kehadiran BAM juga diyakini dapat memperkuat fungsi representasi dan pengawasan lembaga legislatif.

Aliyah, yang hadir didampingi Kepala Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar, juga menyoroti dinamika demokrasi di Kota Makassar yang dinilai cukup tinggi.

Menurutnya, karakter masyarakat yang aktif menyampaikan pendapat menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan yang partisipatif.

Pada kesempatan itu, ia turut mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.

Keterlibatan anak muda, kata dia, tidak cukup hanya melalui media sosial, tetapi juga harus diwujudkan melalui aksi nyata dan kontribusi pemikiran yang konstruktif.

“Anak muda harus menjadi bagian dari solusi. Mereka memiliki energi, kreativitas, dan perspektif baru yang sangat dibutuhkan dalam menjawab tantangan pembangunan,” katanya.

Aliyah menambahkan, pembangunan yang inklusif hanya dapat terwujud jika masyarakat diberi ruang luas untuk terlibat dalam proses pengambilan kebijakan.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda perlu terus diperkuat.

“Pembangunan berkelanjutan harus dimulai dari mendengarkan masyarakat. Dengan begitu, kebijakan yang dihasilkan akan lebih tepat sasaran dan memberi manfaat nyata,” tutupnya.

Seminar tersebut diselenggarakan oleh DPW PGK Sulawesi Selatan sebagai wadah dialog lintas elemen masyarakat dalam memperkuat semangat kebangsaan dan partisipasi publik dalam pembangunan daerah. (*)

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah14 Juli 2026 00:45
E-Puskeswan, Terobosan Digital Permudah Akses Layanan Kesehatan Hewan di Sidrap
Trotoar.id, Sidrap — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui Dinas Pe...
Metro13 Juli 2026 18:58
Event Dekranas dan HKG PKK 2026 Dongkrak Ekonomi Makassar, Transaksi Tembus Rp5 Miliar, Perputaran Uang Capai Rp100 Miliar
Trotoar.id, Makassar — Kesuksesan Kota Makassar menjadi tuan rumah Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 dan Hari Kesatua...
Pendidikan13 Juli 2026 17:55
176 Murid RHIS Siap Diwisuda Tahfidz di Claro, Bukti Kegigihan Guru dan Siswa
Trotoar.id, Makassar — Prestasi membanggakan ditorehkan Ranu Harapan Islamic School (RHIS). Sebanyak 176 murid dinyatakan lulus ujian hafalan Al-Qur...
Politik13 Juli 2026 16:36
Dari Tangan Sang Anak, Manuver IAS Menuju Kursi Golkar Sulsel Dimulai: 22 DPD II Jadi Modal Politik
Trotoar.id, Makassar — Perebutan kursi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memasuki babak yang semakin menarik.  Di tengah dinamika in...