PKK Bantaeng Gelar Sosialisasi Bahaya Penyakit Jantung

0
162

TROTOAR.ID, BANTAENG — Tim penggerak PKK Bantaeng menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Balai Kartini Bantaeng, Selasa, 5 Maret. Dalam Rakor itu, juga diisi dengan sosialisasi pencegahan penyakit jantung.

Sosialisasi diisi oleh dokter ahli jantung, dr Alimudai. Dalam kesempatan itu, dia membeberkan beberapa kiat untuk mencegah terjadinya penyakit jantung. Kiat-kiat itu dirangkai dalam akronim Cerdik.

Dia mengatakan, Cerdik adalah akronim dari kata Cek secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat yang seimbang, serta Istirahat yang cukup. “Sedangkan yang terakhir adalah Kelola stress,” jelas dia.

Baca Juga  Kejari Jeneponto Inapkan Tersangka Korupsi RSUD Lanto Daeng Pasewang Ke Hotel Prodeo
Tim penggerak PKK Bantaeng menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Balai Kartini Bantaeng, Selasa, 5 Maret. Dalam Rakor itu, juga diisi dengan sosialisasi pencegahan penyakit jantung.

Dia mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan penyakit jantung. Beberapa di antaranya adalah konsumsi makanan yang tidak sehat. Terutama terlalu banyak mengkonsumsi lemak yang tidak sehat.

Ketua Tim Penggerak PKK Bantaeng, Sri Dewi Yanti yang membuka Rakor secara resmi, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan pertemuan rutin bulanan yang selain sebagai ajang konsolidasi, tentunya juga sebagai wadah untuk berbagai ilmu kepada seluruh peserta yang hadir.

Baca Juga  Jasad Wanita Berlumur Darah Ditemukan di Samping Bayi Mungil

Menurutnya, sampai saat ini, PKK Bantaeng telah berhasil menggerakkan keluarga di Bantaeng untuk lebih aktif dalam meningkatkan kesehatan. Salah satu wujud yang ditunjukkan adalah dengan penggunaan tumblr guna mengurani sampah plastik.

“Untuk Sulawesi Selatan, baru Kabupaten Bantaeng yang berkomitmen melakukan gerakan penggunaan tumblr dan mengurangi sampah plastik. Ini merupakan gerakan sederhana namun memiliki manfaat besar bagi kehidupan kita, simple, dan sehat,” kata dia.(*)

Baca Juga  Ribut Soal Lahan, Paman di Gowa Penggal Kepala Ponakan