TROTOAR.ID, PANGKEP — Langkah Irwan untuk duduk sebagai legislator Provinsi Sulawesi Selatan terus mengalir, politisi partai NasDem tersebut mendulang dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat di bebberpaa daerah di Dapil Sulsel VI.
Hal tersebut tercermin, begitu besar antusias masyarakat kabupaten Maros, Pangkep, Barru dan Kota Parepare untuk memperjuangkan Irwan menjadi wakil rakyat di Provinsi.
“Kami mengenal Sosok bapak Irwan beliau glorangnya visioner dan mampu mengawal aspirasi rakyat, olehnya itu kami antusias untuk mengawal Pak Irwan duduk sebagai legislatif di Provinsi Sulsel, ” jelas Ulla pemuda Mattiro Bulu
Apa lagi menurut Ull, Irwan yang saat ini duduk sebagai legislator di kabupaten Pangkep cukup memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat di sekitarnya, olehnya itu dia berharap agar masyarakat yang ada di dapil Sulsel VI bisa bersama-sama memperjuangkan niat tulus Irwan duduk dinDPRD Provinsi.
Niat Irwan duduk di DPRD Provinsi agar bisa mewakili masa di empat daerah, karena dengan duduknya di Provinsi maka untuk mengawal kesejahteraan rakyat cakupannya akan lebih luas.

Irwan sendiri yang diketahui bernomor nurut 5 ini juga terus merespon apa yang menjadi keluhan masyarakat b selama ini, salah satu persoalan yang dihadapi saat menggelar sosialisasi adalah klbelum adanya kantor desa yang ada di wilayah Mattiro Bulu pulau karanrang.
“Kita melihat jika pak Irwan merupakan sosok yang visioner dan mampu mengawal kebijakan yang berdampak positif pada masyarakat, olehnya itu kehadiran orang di Pulau Karangan ini untuk menjelaskan sekaligus bersilaturahmi bersama dengan masyarakat, ” Jelasnya
Irwan sendiri. Engkau bersyukur dapat bertemu masyarakat di pulau Karangan, dan melihat begitu besarnya antusias masyarakat menyabut kehadirannya di pulau tersebut
“Alhamdulillah saya pribadi meras sangat bersyukur karena masyarakat pulau karanrang menyambut dan menerima dengan baik kedatangan kami disini,” ungkap. H. Irwan.
Keluhan-keluhan masyarakat pulau diantaranya belum ada kantor desa yang ada di desa Mattiro Bulu dan hambatan akses menuju daratan karena sungai muara Pangkajene belum di keruk sehingga akses kapal (jolloro) sulit untuk masuk hingga ke daratan. (U’ll)




Komentar