Proyek P2TL Diduga Jadi Sarang Korupsi, GM PLN Sulselrabar Didesak Mundur

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Rabu, 10 April 2019 18:22

Proyek P2TL Diduga Jadi Sarang Korupsi, GM PLN Sulselrabar Didesak Mundur

TROTOAR.ID, MAKASSAR – PT. PLN Sulselrabar dan Makassar Selatan diduga melakukan kongkalikong bersama pemenang tender Proyek Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) tahun 2017-2018.

Pasalnya, PT PLN wilayah Sulselrabar telah meloloskan pihak PT Lisna Abdi Prima sebagai pemenang lelang yang dimana mekanisme administrasi Proyek P2TL yang dilakukan PT LAP diduga bodong atau tidak melalui proses yang benar dalam perjalanan tender.

Dimana, PT LAP lebih awal menerima pengerjaan P2TL, sebelum melengkapi syarat-syarat dan kelengkapan surat penawaran pekerjaan yang telah diatur dalam aturan teknis, untuk memenuhi kualifikasi.

Hal itu diperkuat dengan dokumen PT LAP yang diduga kuat direkayasa untuk memenuhi syarat sebagai pemenang tender proyek skala nasional tersebut.

Baca Juga  Indira Yusuf Ismail dan Wali Kota Makassar Dampingi Ibu Negara Sosialisasi Bahaya Narkoba di Hadapan Pelajar

Padahal, syarat tersebut merupakan kewajiban yang terlebih dahulu harus dipenuhi, untuk dinyatakan layak mengikuti proses tender penawaran pengerjaan penertiban pemakaian listrik (P2TL). Proyek P2TL yang memakan anggaran sebanyak Rp7.550.380.782 diketahui bersumber dari APLN tahun anggaran 2017.

Melihat hal tersebut, kuat dugaan ada indikasi korupsi berjamaah yang dilakukan mantan General Menager PT. PLN Sulselrabar, Bob Saril dan mantan menager PLN Makassar Selatan, Khairullah dan Basri Husain selaku asisten menager area Makassar serta PT LAP selaku pemenang tender dengan nomor kontrak 007,PJ/DAN.02.03/AMKSS/2017.

Baca Juga  Selain Uang Tunai, Kemenkuham Menemukan Sejumlah Peralatan Rumah Tangga

“Persoalan tersebut disinyalir merugikan PT PLN Persero Sulselrabar serta merugikan masyarakat akibat ulah PT LAP dalam melakukan penertiban, penindakan sekaligus pencabutan KWH Masyarakat, ” ujar Rahmat saat melakukan aksi unjuk rasa bersama masyarakat sulsel di depan Kantor PLN Sulselrabar, Rabu (10/4/2019).

“sehingga diduga keras melakukan praktek-praktek korupsi,kolusi,nepotisme tentang pengadaan barang dan jasa P2TL,”tambahnya.

Disamping itu, Andi Iponk selaku Jenderal lapangan Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat dalam orasinya mendesak General Menager PT. PLN Sulselrabar dan Menager Area Makassar Selatan untuk mundur dari jabatannya.

Baca Juga  PLN Prioritaskan Pemulihan Kelistrikan Fasilitas Umum

“jika tak mampu menindaki pihak yang terlibat dalam proyek tender P2TL, maka kami mendesak GM PLN dan Menager Makassar Selatan untuk mundur dari jabatannya,”tegasnya.

Lanjut Andi Iponk meminta agar kejati Sulselbar tidak mandul dalam penanganan kasus PT. PLN Wilayah Sulselrabar serta beberapa kasus yang telah kami laporkan.

“Namun apa bila laporan kami tidak ditanggapi serius oleh Kejaksaan Tinggi sulsel, maka jangan salahkan kami ketika akan melakukan aksi lanjutan jauh lebih besar dari apa yang kami lakukan saat ini”. Tandasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen27 Oktober 2026 00:51
Pansus DPRD Sulsel Sepakat Tak Naikkan Tarif PKB dan BBNKB, Konsultasikan Perubahan Perda ke Kemendagri
4 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang membahas perubahan Pe...
Parlemen27 Oktober 2026 00:46
Pansus DPRD Sulsel Dorong Dana Abadi Kebudayaan dan Perlindungan Masyarakat Adat
7 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) Pemajuan Kebudayaan DPRD Sulawesi Selatan mendorong pengu...
Metro26 Oktober 2026 14:44
Stadion Untia Mulai Ditimbun, Appi Kejar Target Rampung Akhir 2027
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, mulai memasuki ta...
Politik26 Oktober 2026 00:44
Menteri UMKM Maman Abdurahman, NH hingga IAS Bernyanyi Bersama Wali Band Hibur Warga Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Panggung Pesta Rakyat Partai Golkar di Kota Makassar tak hanya menjadi ruang hib...