TROTOAR.ID — Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mas Amsyar IR, terciduk oleh suaminya sendiri D saat sedang asik wuk.. wik …wik… bersama sseorang pria lain yang juga berstatus sebagai PNS di rumah yang ditinggali D bersama IR dan anak-anaknya.
Awalnya Yos (54) bertamu dinkediaman IR dikala itu suami IR, D sedang berada di kampus untuk mengikuti kuliah Pasca Sarjana pada Prodi Hukum di salah Satu universitas dipalangkaraya.
Saat sedang berada didalam kelas D mendapat Pesan singkat dari anaknya yang meminta dirinya segera untuk pulang, lantaran ada tamu Pria yang masuk kekamar ibunya.
Baca Juga :
Mendapat kabar tersebut D pun langsung bergegeas menuju kerumahnya, sambil menanyakan keberadaan pria yang diketahui juga seorang PNS di dinas Pertanian kepada anaknya
Selain berkomunikasi dengan anaknya, D juga meminta bantuan kepada tetangganya untuk melaporkan perbuatan zina yang dilakukan istrinya dan Yos dirumahnya kepada polisi sembari dirinya bergegas ke rumahnya untuk bersama-sama mencidu istrinya dan selingkuhannya.
“Anak saya yang SMS suruh pulang karena ada pria lain dirumah bersama mamanya, setelah itu saya bertanya untuk mengawasi dan memberi kabarkan keberadaan pria tersebut keanak saya, ” Ungkap D
Setiba drumahnya D bersama warga dan pihak kepolisian menggebek kamarnya dan menemukan istrinya yangbsedang bersama Yos dalam keadaan bugil di dalam kamar tudurnya.
Setelah menciduk istrinya bersama pria lain di dalam kamarnya dengan kondisi bugil, D menyerahkan keduanya ke Polsek Katingan Hilir dengan sejumlah barang-barang bukti dan dokumen lainnya, hingga proses persidangan nantinya.
D Menganggap apa yang dilakukan Istrinya dan Yos merupakan tindakan perslzinahan, dimana IR merupakan istri sahnya dan belum diceraikan, sementara YOS juga memiliki seorang istri yang sah.
Sehingga kelakuann istrinya dan selingkuhannya dianggap telah melanggar UU perzinahan dan perkawinan dan menyerahkan persoalan tersebut sepenuhnya ke jalur hukum untuk mendapat hukuman setimpal berdasarkan hukum yang berlaku.
“Sebab, ini harus ditindaki secara hukum. Karena saya kuliah mengambil S2 Hukum, masa saya tidak menegakkan hukum. Ya apapun risikonya, saya akan tetap maju, meskipun hasil seperti apa yang jelas saya mempunya bukti yang ada. Nantilah kita buktikan di pengadilan,” tegasnya seperti dilansir dilansir beritasampit.co.id, Minggu (28/4/2019).



Komentar