TROTOAR.UD, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah saat menggelar kegiatan safari ramadan dengan buka puasa bersama di Kabupaten Bantaeng menebar sejumlah ancaman.
Salah satu ancam yang ditebar dalam kegiatan safari ramadan yakni dirinya akan mecat Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan ikut dalam kegiatan People Power” yang dianggap sebagai gerakan inkonstitusional
“Tidak perlu people power dan jika ada PNS yang terlibat dalam aksi tersebut saya langsung pecat, apalagi kemarin sudah ada honorer yang diduga terlibat saya langsung pecat,” ungkap Nurdin Abdullah saat melakukan safari ramadan Kabupaten Bantaeng, Senin 20 Mei 2019.
Baca Juga :
Mantan bupati bantaeng dua periode tersebut beranggapan jika people power tidak memiliki alasan kuat untuk di gelar, mengingat kondisi bangsa dan negara saat ini dalam keadaan stabil.
Dan tegasnya juga jika ada anak buahnya atau bawahannya yang mencoba bertindak diluar koridor hukum maka sanksi terberat selain di tangkap juga akan diberhentikan sebagai pegawai.
“Jelas kalau ada yang melanggar UU maka kita akan pecat, tidak ampunan bagi mereka yang bertindak di luar jalur hukum,” tegasnya.
Apa lagi kata dia gerakan people Power tidak diatur dalam UU sebagai proses penyelesaian sebuah persoalan pemilu 2019 pada 22 Mei pekan ini.
Dimana untuk menyelesaikan sengketa hasil pemilu, menurutnya negara telah menunjuk lembaga Peradilan hukum yang akan menyelesaikannya yakni Mahkamah Konstitusi bukan dengan cara lain.
“Gerakan people power tidak diatur dalam UU dan dengan alasan apapun gerakan tersebut melanggar, apalagi gerakan tersebut bermuatan politik, ” Tegas Nurdin Abdullah




Komentar