MAKASSAR, Trotoar.id – Peta kekuatan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dukungan terhadap Munafri Arifuddin disebut semakin solid di tingkat DPD II, namun di sisi lain, potensi munculnya poros penantang juga mulai mengkristal.
Sejumlah DPD II Golkar dari berbagai kabupaten/kota kembali menggelar pertemuan konsolidasi yang disebut-sebut menjadi basis dukungan bagi Munafri.
Pertemuan ini dihadiri belasan ketua dan sekretaris DPD II, mulai dari Pinrang, Wajo, Sinjai, Maros, Bantaeng, Takalar, Gowa, Enrekang, Tana Toraja, Bulukumba, Pangkep, Luwu.
Baca Juga :
Kemudian Makassar, Soppeng, Luwu Utara, Kita Palopo, Selayar, Sidrap, dan Toraja Utara.
Ketua DPD II Golkar Soppeng, Andi Kaswadi Razak, menegaskan agenda tersebut merupakan silaturahmi rutin untuk memperkuat soliditas kader jelang Musda.
“Ini pertemuan silaturahmi saja, dan rutin kami lakukan untuk mensolidkan kader,” ujarnya.
Namun di balik agenda tersebut, konsolidasi ini dinilai sebagai langkah strategis mempertegas peta dukungan Munafri di akar rumput, sekaligus mengunci basis suara di tingkat kabupaten/kota.
Di sisi lain, dinamika internal Golkar Sulsel belum sepenuhnya mengerucut pada satu nama.
Sejumlah figur potensial disebut-sebut masih memiliki peluang untuk maju sebagai penantang, dengan mengandalkan jaringan struktural maupun dukungan elit partai.
Pengamat menilai, pertarungan menuju kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel berpotensi berlangsung kompetitif, terutama jika poros alternatif mampu mengonsolidasikan kekuatan di luar basis Munafri.
“Musda kali ini tidak hanya soal figur, tetapi juga soal bagaimana masing-masing kandidat mampu membangun koalisi dukungan yang solid di tingkat DPD II,” menjadi gambaran umum dinamika yang berkembang.
Meski demikian, Andi Kaswadi mengingatkan agar seluruh kader tetap menjaga soliditas dan tidak terjebak dalam polarisasi yang berlebihan.
“Siapapun yang terpilih sebagai nahkoda Partai Golkar ke depan harus mampu merangkul semua pihak dan mengembalikan kejayaan partai,” tegasnya.
Dengan mulai terbentuknya peta dukungan dan munculnya potensi poros penantang, Musda Golkar Sulsel diprediksi menjadi arena pertarungan politik internal yang dinamis dalam menentukan arah kepemimpinan partai ke depan.



Komentar