MAKASSAR, Trotoar.id — Peta persaingan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut.
Dari empat nama yang sempat mengemuka, kini kontestasi disebut-sebut tinggal menyisakan pertarungan head to head antara Ilham Arief Sirajuddin dan Munafri Arifuddin.
Dinamika ini tidak lepas dari manuver politik di tingkat DPD II yang mulai mempertegas arah dukungan.
Baca Juga :
Hingga Jumat malam, konsolidasi besar-besaran digelar oleh kubu Munafri Arifuddin dengan mengumpulkan para ketua DPD II pendukungnya dalam sebuah pertemuan tertutup di kawasan hutan Kota Makassar.
Langkah ini dinilai bukan sekadar silaturahmi politik, melainkan upaya serius mengunci dukungan menjelang Musda yang semakin dekat.
Sejumlah ketua DPD II terlihat hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya perwakilan dari Soppeng, Pangkep, Luwu, Luwu Utara, Jeneponto, Bantaeng, Takalar, Maros, Bulukumba, Pinrang, Tana Toraja, Wajo, Sidrap, Makassar, Sidrap, Enrekang, Selayar,
Sumber internal menyebut, dukungan DPD II tersebut sejatinya sudah mengarah ke Munafri sejak awal.
Namun, konsolidasi ini dilakukan untuk memastikan tidak ada “pergeseran arah” di menit-menit akhir, sekaligus memperkuat barisan menghadapi manuver kubu lawan.
Munafri Arifuddin, yang juga menjabat Wali Kota Makassar, disebut tengah memainkan strategi konsolidasi teritorial dengan mengamankan basis suara di daerah faktor krusial dalam menentukan hasil Musda.
Di sisi lain, Ilham Arief Sirajuddin yang merupakan mantan Wali Kota Makassar juga tidak bisa dipandang remeh.
Ilham beberapa waktu yang lalu juga bersama dengan Rahman Pina Ketua DPD II Bone dan Kita Parepare menggelar pertemuan bersama di cafe Read Corner.
Ia dikenal memiliki jejaring politik lama dan pengalaman dalam struktur partai, yang berpotensi menjadi penyeimbang dalam pertarungan ini.
Dengan konfigurasi yang semakin mengerucut, Musda Golkar Sulsel diprediksi akan berlangsung ketat dan sarat manuver politik.
Pertarungan dua figur ini tidak hanya soal perebutan kursi ketua, tetapi juga menentukan arah kekuatan politik Golkar di Sulawesi Selatan ke depan.



Komentar