JAKARTA, Trotoar.id — Momentum peluncuran buku Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menjadi panggung kebersamaan para elite partai berlambang pohon beringin.
Dalam acara tersebut, Anggota DPR RI Erwin Aksa dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia terlihat menunjukkan keakraban di hadapan para undangan.
Kegiatan yang digelar di Jakarta itu tidak sekadar menjadi ajang peluncuran buku, tetapi juga memperlihatkan soliditas internal Partai Golkar.
Baca Juga :
Kehadiran sejumlah tokoh penting partai memperkuat pesan kebersamaan di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang.
Dalam beberapa momen, Erwin Aksa dan Bahlil Lahadalia tampak berbincang hangat.
Interaksi keduanya dinilai mencerminkan hubungan yang cair dan harmonis di antara elite partai, sekaligus memperlihatkan komunikasi yang terjaga dengan baik.
Keakraban tersebut menjadi sorotan, mengingat keduanya merupakan figur berpengaruh di Partai Golkar.
Erwin Aksa dikenal sebagai representasi generasi muda partai, sementara Bahlil Lahadalia memegang kendali sebagai ketua umum yang tengah memperkuat konsolidasi internal.
Peluncuran buku bertajuk “Ekspresi Cinta” karya M. Sarmuji sendiri menjadi inti kegiatan.
Buku tersebut mengangkat tema emosional yang menyentuh, dengan memadukan tulisan, puisi, dan lagu sebagai medium ekspresi.
Karya ini lahir dari pengalaman personal Sarmuji sebagai seorang ayah. Ia mendedikasikan buku tersebut untuk almarhum anaknya, Ananda M. Sutojoyo Sulthana Nashir, yang menjadi sumber inspirasi utama dalam setiap tulisan yang dituangkan.
Di tengah suasana haru, para tamu undangan memberikan apresiasi terhadap karya tersebut. Banyak yang menilai buku ini tidak hanya memiliki nilai sastra, tetapi juga menghadirkan pesan kemanusiaan yang kuat.
Erwin Aksa dalam kesempatan itu turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi.
Ia menilai karya Sarmuji sebagai bentuk ketulusan hati yang mampu menyentuh banyak kalangan.
Menurutnya, buku “Ekspresi Cinta” bukan sekadar karya biasa, melainkan simbol cinta yang abadi serta doa yang tidak pernah terputus dari seorang orang tua kepada anaknya.
Sementara itu, kehadiran Bahlil Lahadalia dalam acara tersebut juga memperlihatkan dukungan penuh terhadap kader partai yang berkarya di luar ranah politik praktis.
Hal ini menjadi sinyal bahwa Partai Golkar memberi ruang bagi ekspresi kultural kadernya.
Kebersamaan antara Erwin Aksa dan Bahlil Lahadalia di acara ini pun dinilai sebagai refleksi soliditas partai menjelang berbagai agenda politik ke depan.
Hubungan yang harmonis di tingkat elite dianggap penting untuk menjaga stabilitas internal.
Peluncuran buku ini akhirnya tidak hanya meninggalkan kesan mendalam dari sisi emosional, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kebersamaan dan keakraban di tubuh Partai Golkar.



Komentar