TROTOAR.ID, MAKASSAR — Sekretaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi selatan dengan tegas mengungkapkan partainya tidak akan lagi mendukung atau mengusung Adnan Purichta IYL pada pilkada 2020.
Langkah PDIP meninggalkan Bupati Gowa tersebut dikarenakan, harapan PDIP dan komitmen calon yang didukung pada pilkada 2015 slalu tidak sesuai harapan PDIPdan komitmen kandidat yang didukungnya
Apalagi dukungan PDIP apda pilkada 2015 lalu memberikan keuntungan besar bagi PDIP, mengingat target perolehan kursi PDIP apda pemilu 2019 jauh dari harapan yang diinginkan
Baca Juga :
“Tidak ada ji konstribusi yang mereka berikan, sehingga kami akan berbalik arah untuk dia, ” Ungkap Sekretaris PDIP Rudi Pieter Goni.
Selain akan meninggalkan Bupati Gowa, PDIP juga sudah ogah mendukung atau mengusung tiga calon kepala daerah lainnya seperti
Kaswadi Razak (Bupati Soppeng), Kalatiku Paembonan (Bupati Toraja Utara), Syahban Sammana (Wakil Bupati Pangkep)
Dimana PDIP beranggapan apa yang telah di berikan PDIP kepada merekanapdanpemilukada 2015 tidak konstribusi besar bagi PDIP di pemilu tahun ini.
Apa lagi diambggapnya dukungan PDIP kepada empatbpasangan calon kepala daerah adalah kader yang ikut maju di pilkada tapi apa hendak dikata hasil pemilu menjadi bukti.
Bahkan dia mencontohkan, jika Bupati Toraja Utara tidak membantu PDIP pada pemilu, padahal dia kader dan partai menargetkan pimpinan, dan justru kursi PDIP dari 6 menjadi 4 kursi.
Begitu juga Wakil Bupati Gowa, Abdul Rauf Mallagani (Karaeng Kio) yang tidak membantu partai besutan Megawati Soekarnoputri, justru kursi PDIP di DPRD Gowa menurun dari empat menjadi dua kursi.
“Wakil Bupati Pangkep juga begitu. Meskipun di Pangkep kursi PDIP bertambah dari 2 menjadi 3 kursi. Tetapi menurut laporan DPC, Syahban Sammana sama sekali tidak membantu. Padahal dia kader, justru partai lain yang ia bantu,” ungkap Rudy yang juga Legislator DPRD Sulsel ini.



Komentar