Terkuak, ASN Pindahan Dari Bantaeng “Otak” Kegaduhan SK 193

0
498

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Staf Badan Kepegawaian Daerah (BKD)  Provinsi Sulawesi Selatan Reza mengungkapkan fakta baru dalam sidang panitia Hak angket Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel. 

Fakta yang diungkapkan Reza tersebut terkait peran Bustanul soal terbitnya SK 193 pejabat lingkup Pemprov Sulsel, yang dilantik pada  akhir April lalu, yang dianggap memiliki peran sentral terbitnya SK tersebut. 

Dalam sidang hak angket, Reza mengakui jika pada malam 29 April lalu, dirinya diajak Bustanul untuk datang ke kantor Gubernur Sulsel di lantai tiga, dan disana, Reza dan Bustanul memasuki ruangan kerja dari TGUPP. 

“Saya diajak Bustanul untuk merapat ke kantor Gubernur, disana saya bersama Bustanul memasuki ruangan, yang tak lama kemudian datanglah Rusdi Toten dan Renra,” Kata Reza

Reza juga mengatakan, jika dirinya diajak Bustanul ke Kantor gubernur ba’da magrib, dan setiba di ruangan tersebut Bustanul mengeluarkan sebuah laptop dari tas ransel yang dibawa Bustanul, kemudian dirinya diminta Bustanul memasukkan nama-nama calon pejabat termasuk dirinya (Bustanul)

Bustanul menduduki jabatan sebagai kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pendapatan Samsat Wilayah Makassar, Bustanul sendiri sebelum polemik SK 193, merupakan anak buah Nurdin Abdullah semenjak menjabat sebagai Bupati Bantaeng dan pegawai pindahan yang di parkir di BKD. 

“Bustanul sebelum di Provinsi dia merupakan pegawai pindahan dari Bantaeng, dan dia yang mengatur dan memasukkan nama-nama calon pejabat yang dilantik pada 29 April kemarin,” Jelasnya 

Di Hadapan anggota sidang panitia hak angket, Reza mengaku, sebelum mengetik nama-nama calon pejabat eselon III dan IV, dirinya bersama Bustanul, Renra, Toteng dan Rusdi,  membicarakan soal penempatan 193 pejabat tersebut 

Bahkan katanya, nama-nama calon pejabat yang diinputnya ke dalam sistem diserahkan oleh Bustanul kepadanya, sebelum pertemuan itu malam. 

Bahkan Reza mengaku jika dirinya intens berkomunikasi dengan Bustanul membahas soal  SK 193 tersebut, hingga Bustanul yang mengutak-atik nama pejabat dalam SK tersebut, termasuk menempatkan dirinya sebagai kepala UPTD Samsat Makassar