Iqbal Suhaeb Serukan Perang terhadap HIV/AIDS

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Jumat, 11 Oktober 2019 13:46

Iqbal Suhaeb Serukan Perang terhadap HIV/AIDS

TROTOAR.ID,MAKASSAR – Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menyerukan perang terhadap HIV/AIDS saat menghadiri Technical Workshop on Fast Track Strategy to End AIDS Epidemic and ASEAN Getting to Zero Mayors Meeting, di hotel Westin Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat, 11 Oktober 2019.

Di kawasan timur Indonesia, Sulawesi Selatan adalah provinsi terbesar ke dua setelah Papua dalam hal penemuan kasus HIV/AIDS. Penemuan kasus baru HIV di masyarakat dilakukan melalui skrining HIV pada kelompok beresiko sesuai dengan Permenkes tentang program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDA yang telah diatur untuk dilakukan di semua provinsi, dan kabupaten, kota.

Makassar adalah yang tertinggi di Sulawesi Selatan dengan angka prevalensi 0,5 per 1.000 penduduk di tiap tahunnya. Tahun 2016 temuan kasus baru HIV sejumlah 773 orang, tahun 2017 meningkat sebanyak 1.038 orang, tahun 2018 sebanyak 772 orang.

Melihat angka – angka itu, Iqbal Suhaeb merasa perlu mengambil tindakan nyata untuk memerangi HIV/AIDS. Berbagai program di Indonesia banyak diawali di Makassar sebagai program percontohan atau pilot project.

Salah satunya kebijakan Strategic Use for ARV Ttreatment (SUFA) yang dimulai di tahun 2013 di 8 kota di Indonesia termasuk Makassar yang menganjurkan pemeriksaan HIV bagi ibu hamil yang melakukan Ante Natal Care di beberapa Puskesmas saja.

Dilakukan terobosan di mana seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan, dilakukan pula pemeriksaan HIV. Hal itu berimplikasi seluruh Puskesmas di Makassar dapat melakukan pemeriksaan screening HIV untuk ibu hamil.

Adanya perluasan pemeriksaan pada bukan hanya populasi beresiko tersebut, yang juga diikuti dengan screening HIV pada pasien Tuberkulosis, Hepatitis, dan warga binaan terbukti cukup memberi peningkatan penemuan kasus yang signifikan, sehingga intervensi terhadap pengidap HIV AIDS juga lebih cepat dapat dilakukan.

“Pada saat ini, meskipun layanan program HIV telah semakin diperluas ke kabupaten, kota lain, namun masih banyak Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang lebih memilih berobat atau melanjutkan pengobatan di kota Makassar,” kata Iqbal Suhaeb.

Hal tersebut bisa disebabkan oleh karena sarana dan prasana di kota Makassar disertai pula SDM yang terlatih dalam penanganan HIV, dan juga karena adanya kecenderungan bagi ODHA untuk berobat justru bukan di wilayah domisili pasien tersebut. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro03 Mei 2026 16:29
Serius Tangani Anak Putus Sekolah, Wali Kota Munafri Kerahkan Tim ATS Jemput Siswa Kembali Sekolah
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi selur...
Metro03 Mei 2026 12:27
Walk Out dari Mubes, IKAFE Ingin IKA Unhas Lebih Berdampak
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di Hotel Four Points Makassar tak sepenuhnya berjalan mul...
Daerah02 Mei 2026 23:37
Sekretaris Kwarcab Sidrap Buka Musyawarah Ranting Baranti 2026
SIDRAP, Trotoar.id — Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Baranti menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Tahun 2026 di UPT SD Negeri 9 Benteng p...
Metro02 Mei 2026 23:34
Di Pelantikan HDCI, APPI Tawarkan Makassar sebagai Pusat Touring Nasional
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif berbagai event berskala nasional maupun kegiatan komunitas yang dige...