TROTOAR. ID, MAKASSAR — Jelang Pilkada Kota Makassar yang baru akan digelar pada 23 September 2020 mendatang, sejumlah, lah kandidat sudah menyatakan kesiapannya ikut bertarung pada pilkada tahun depan
Salah satu Bakal calon Wali Kota Makassar Irman Yasin Limpo menegaskan jika dirinya yang telah mengikuti proses politik di partai memilih akan maju jika diusung Partai Politik dan tidak akan di maju menggunakan Independen
“Pilkada itu prosesnya di jalur politik, dan proses di jalur politik adanya di Partai Politik, makanya saya akan malu jika diusung Parpol, ” Jelas Irman Yasin Limpo
Baca Juga :
Irman menegaskan, jika lima partai yang telah ditempati mendaftar di harapkan bisa menjadi bagian dari visi misinya untuk membangun Kota Makassar menjafi Kota sejahterah.
Mun Irman belum. Menentukan siapa yang akan mendampinginya di pilkada Makassar, apakah dari kalangan Politisi atau Pengusaha atau birokrat sendiri sama dengan dirinya
Sebab dia menunggu hasil pemetaan dan bacaan survei yang akan dilakukannya pada Desember mendatang, dimana dirinya juga akan mendeklarasikan diri jika mana Rekomendasi Partai Politik telah didapatnya
“Kita tunggu saja hasil surveinya siapa yang akan menjadi pasangannya pada pilkada, sebab kita akan melihat siapa yang bisa saling mengisi, ” Jelasnya
Sementara Andi Yagkin Padjalangi yang juga maju sebagai bakal calon Wali Kota Makassar menegaska jika dirinya cuma mendaftar di PDIP sebab PDIP dengan enam kursi menjadi menjadi penentu kandidat yang akan maju dipilkada Makassar
“Iya benar saya cuma mendaftar di PDIP dan tidak mendaftar di Partai Lain, karena saya yakin PDIP akan mengusung kadernya di Pilkada,” jelasnya
Bahkan Ketua PKK DPD PDIP yang mendampingi Yagkin mengatakan, PDIP bukan milik orang lain di pilkada melainkan akan menjadi milik kader, sehingga peluang PDIP mengusung kadernya sebagai Walikota maupun Wakil Walikota akan terbuka lebar
“Untuk pilkada Makassar jelas kursinya untuk kader, apakah nantinya 01 atau 02 senja keputusan ada di DPP,, ” Jelasnya (***)



Komentar