Australia-Sulsel Libatkan 11 Universitas untuk Pembangunan Daerah

Suriadi
Suriadi

Senin, 18 November 2019 12:27

Australia-Sulsel Libatkan 11 Universitas untuk Pembangunan Daerah

TROTOAR. ID, MAKASSAR, – Pemerintahan Australia dan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen melibatkan 11 Universitas untuk membahas berbagai macam kebutuhan kedua negara melalui penelitian ilmiah.

Hal tersebut disampaikan langsung pemerintah Australia melalui Duta Besar Australia untuk Indonesia, H. E Gary Quinlan AO mengaku, akan melibatkan 11 Universitas 7 dari Indonesia dan 4 dari Australia sendiri.

11 Universitas ini mengutus 500 tim peneliti untuk membahas mengenai potensi yang ada di provinsi Sulsel sendiri.

“Kita melibatkan Universitas, lembaga penelitian, masyarakat, dan lebih penting lagi bagi pemerintah Australia lebih fokus di Makassar karena memiliki ekosistem yang sama,” kata Gary Quinlan AO dalam sambutannya, di Gedung Karaeng Pattingalloang Rujab Gubernur Sulsel, Senin 18 November 2019.

Ditempat yang sama Chief Executive Official (CEO) The Australia Indonesia Center, Dr Eugene Sebastian menyampaikan, Partnership For Australia Indonesia Research (PAIR) ini merupakan salah satu momentum yang baik untuk Australia begitupun dengan Pemprov Sulsel.

“Sebagai contoh di Sulawesi Selatan terdapat penelitian mengenai revitalisasi pemukiman yang berada di Makassar dan dikembangkan melalui penelitian juga di perairan, dan gagasan ini kita transformasikan melalui program,” jelas Eugene Sebastian dalam sambutannya.

Lebih lanjut Eugene Sebastian mengaku, senang sekali dengan adanya program ini yang merupakan salah satu momen tersendiri, dan ini semua berdasarkan hasil komunikasi dilakukan sejak 6 tahun lalu.

“Kami pada tahun ini melakukan kunjungan proyek baru, jalur kereta api antara Makassar dengan Parepare, proyek ini akan memberikan peluang ekonomi baru dan mengubah taraf kehidupan dan menciptakan lapangan pekerjaan dengan mengandeng 11 Universitas dari Australia dan Indonesia demi mencapai kesejahteraan masyarakat Sulsel,” ungkap Eugene Sebastian.

Sementara, Gubernur Sulsel, Prof H M Nurdin Abdullah menyampaikan, kepada seluruh hadirin bahwa presiden republik Indonesia sudah menegaskan agar tidak terlalu banyak membuat aturan yang akan tumpang tindih.

“Kemarin bapak presiden republik Indonesia menyampaikan, salah satu masalah besar yang kita hadapi bangsa ini adalah banyaknya aturan baik peraturan presiden, peraturan Gubernur, maupun peraturan kabupaten kota yang saling tumpang tindih,” ungkap mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Olehnya itu Prof Nurdin berharap kepada seluruh pihak dengan peluncuran program PAIR ini dapat memberikan hasil yang betul-betul bermanfaat bagi masyarakat di Sulsel sendiri.

“Saya berharap dengan peluncuran program ini tidak ada lagi kebijakan yang dikhawatirkan tanpa by riset, harus melalui riset supaya betul-betul kita bukan hanya sekedar membuat aturan,” pungkasnya. (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro08 Mei 2026 23:56
Wali Kota Makassar Raih Paritrana Award, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja Rentan
JAKARTA, TROTOAR.ID – Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Paritrana Award sebagai kabupaten/kota ...
Daerah08 Mei 2026 19:05
Pemkab Sidrap Dorong Konsumsi Telur demi Cegah Stunting
SIDRAP, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui edukasi pemenuhan gizi ke...
Daerah08 Mei 2026 19:00
55 Anggota BPD Dilantik, Bupati Andi Utta Tekankan Sinergi Bangun Desa
BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf melantik sebanyak 55 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari 11 desa di Kabupa...
Metro08 Mei 2026 17:02
Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi Brighton Property, Bahas Akses Hunian Terjangkau
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menerima audiensi jajaran Brighton Property Indonesia di Ruang Rapat Wakil Wali...