TROTOAR.ID, JAYAPURA — Kembali Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) OPM melakukan aksinya, kali ini dua personil TNI menjadi korban penembakan yang dilakukan KKB terhadap Pasukan yang menjaga wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini
Dua personil TNI yang terkena tembakan dari atas bukit bertugas dikesankan bertugas di satgas Yonif 713/Satya Tama saat sedang mengambil logistik, di sekitar daerah Bewan ke daerah Kali Asin.
Danrem 172/PWY, Kolonel Inf J Binsar P Sianipar seperti diberitakan Kumparan.com menyebutkan saat 10 anggota 713, pagi tadi, sedang mengambil. Logistik dihadang
Baca Juga :
Dengan tembakan dari ketinggian oleh empat orang kelompok KKB Dari insiden tersebut satu personil TNI di kabarkan Gugur dan satu lainnya yang terkena luka tembak sedang mendapat perawatan medis.
“Satu personil Serda AR gugur dalam insiden tersebut dan satu lainnya kena luka tembak kata Danrem, Senin (30/12) ketika ditemui di RS Marthen Indey Jayapura.
Serda AR lanjut Danrem berada di barisan terdepan saat hendak menyebrangi jembatan kayu yang ada di wilayah tersebut, karena jembatan terlihat rapuh pasukan secara bergantian melewati jembatan tersebut.
Hingga Kelompok KKB memberondong tembakan kepada pasukan TNI yang mengakibatkan Serda AR tertembak di bagian dada dan gugur dan satu terluka di bagian pelipis.
Saat pasukan hendak menyebrangi jembatan, Kelompok KKB membrondong tembakan dari ketinggian, dan berdasarkan informasi ada 3-4 senjata yang dibawa KKB, ” Lanjutnya
Dan jasad Serda AR kini telah dievakuasi dan telah disemayamkan di RS. Marthen Indey Jayapura menggunakan helikopter
Atas kejadian tersebut pihak Kodam Cenderawasih akan melakukan evaluasi proses suplai logistik kepada pasukan penjaga perbatasan khusunya di wilayah rawan
Hingga Pasukan TNI dibantu TNI saat ini kata mengejar para pelaku penembakan yang diduga melarikan diri ke arah Papua Nugini.
“Kami tetap akan berkoordinasi dengan pemerintah Papua Nugini degan upaya pengejaran terhadap pelaku, termasuk melokalisir kelompok bersenjata yang masuk ke Indonesia lewat jalur perbatasan,” ujarnya (***)



Komentar